Arti Kata "bangkir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bangkir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bangkir

bang·kir lihat bongkar-bangkir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bangkir"

📝 Contoh Penggunaan kata "bangkir" dalam Kalimat

1.Pekerjaan bongkar bangunan di lapangan mulai bangkir siang itu.
2.Kami harus bangkir ruang kosong untuk memasang peralatan baru.
3.Pada malam hari, kami bangkir bagian atas rumah yang rusak.
4.Di tempat kerja, mereka selalu bangkir bagian mesin untuk memeriksa kerusakan.
5.Pemerintah memerintahkan bangkir gedung tua untuk diganti dengan gedung baru.

📚 Artikel terkait kata "bangkir"

Mengenal Kata 'bangkir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bangkir" dalam Bahasa Indonesia

Kata "bangkir" dalam Bahasa Indonesia memiliki makna yang luas dan kompleks. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses pengangkatan atau penghapusan suatu objek atau struktur. Dalam konteks historis, bangkir seringkali disebutkan dalam konteks pembangunan dan perbaikan infrastruktur, seperti jalan, jembatan, atau bangunan. Proses bangkir ini biasanya melibatkan penggunaan alat-alat berat atau tenaga manusia untuk mengangkat atau menghancurkan objek yang tidak lagi digunakan atau rusak. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bangkir" seringkali digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Pekerjaan bangkir gedung yang rusak sudah selesai, sekarang kita bisa memulai pembangunan baru." Dalam kalimat ini, kata bangkir digunakan untuk menggambarkan proses pengangkatan atau penghapusan gedung yang rusak. Contoh lain, "Komatsu melakukan bangkir jalan yang rusak untuk memulai pembangunan jalan baru." Dalam contoh ini, kata bangkir digunakan untuk menggambarkan proses pengangkatan atau penghapusan jalan yang rusak. Kata "bangkir" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Dalam konteks budaya, bangkir seringkali disebutkan dalam konteks perubahan dan perkembangan. Misalnya, "Perubahan zaman membuat kita harus bangkir tradisi lama untuk memulai era baru." Dalam kalimat ini, kata bangkir digunakan untuk menggambarkan proses perubahan dan perkembangan. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, bangkir seringkali digunakan untuk menggambarkan proses perbaikan dan pengembangan. Misalnya, "Bangkir masalah lama kita untuk memulai tahun baru dengan optimis." Dalam contoh ini, kata bangkir digunakan untuk menggambarkan proses perbaikan dan pengembangan.