Arti Kata "bandusa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bandusa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bandusa

ban·du·sa n usungan mayat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bandusa"

📝 Contoh Penggunaan kata "bandusa" dalam Kalimat

1.Pemakaman adat menggunakan bandusa sebagai pelindung mayat.
2.Mereka memasang bandusa di atas patung leluhur sebagai simbol penghormatan.
3.Dalam pengobatan tradisional, bandusa digunakan sebagai tempat penyimpanan obat-obatan.
4.Kita harus menutup bandusa dengan hati-hati agar tidak terbuka.
5.bandusa tersebut berbentuk kayu yang dilengkapi dengan kain putih untuk memuliakan jenazah.

📚 Artikel terkait kata "bandusa"

Mengenal Kata 'bandusa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bandusa" - Tradisi Leluhur dalam Menghormati Kehidupan

Kata "bandusa" memiliki makna umum sebagai usungan mayat dalam tradisi leluhur Indonesia. Dalam konteks sejarah, bandusa digunakan sebagai simbol penghormatan kepada mereka yang telah meninggal dunia. Tradisi ini masih hidup dan berkembang hingga kini, dengan banyak masyarakat Indonesia yang meneruskan peran bandusa sebagai simbol penghormatan kepada leluhur mereka. Bandusa sering digunakan dalam upacara adat, seperti pernikahan dan upacara keagamaan, untuk menghormati leluhur yang telah meninggal dunia. Dalam kalimat, contoh penggunaan bandusa adalah: "Pada upacara pernikahan, keluarga meminta bantuan bandusa untuk menghantarkan hadiah kepada leluhur." atau "Penghormatan kepada leluhur dilakukan dengan menaruh bandusa di atas makam." Dalam kehidupan sehari-hari, bandusa masih memiliki relevansi yang kuat. Banyak masyarakat Indonesia yang tetap menjalankan tradisi penghormatan kepada leluhur, bahkan dalam konteks modern. Misalnya, seorang anak muda yang sedang melangsungkan pernikahan mungkin akan menempatkan bandusa di atas meja sebagai simbol penghormatan kepada leluhur keluarga. Dengan demikian, tradisi penghormatan kepada leluhur tetap hidup dan berkembang di tengah-tengah perubahan zaman.