Arti Kata "bagai puyuh laga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai puyuh laga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai puyuh laga

Kiasan bercakap-cakap tidak habis-habisnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai puyuh laga"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai puyuh laga" dalam Kalimat

1.Dia banyak berbicara tentang politik tetapi sebenarnya tidak tahu apa-apa, seperti puyuh laga.
2.Dalam kuliah, dia terus berbicara tentang teori ekonomi tetapi mahasiswa mulai mengantuk seperti puyuh laga.
3.Saya tidak suka mendengar dia berbicara tentang film lama karena sudah sering-sering mendengarnya, seperti puyuh laga.
4.Dalam diskusi panel, beberapa narasumber terus berbicara tanpa henti, seperti puyuh laga, sehingga penonton mulai merasa bosan.
5.Saya rasa dia sedang bercerita tentang perjalanannya ke luar negeri, tetapi sebenarnya dia hanya berbicara tentang rencananya seperti puyuh laga.

📚 Artikel terkait kata "bagai puyuh laga"

Mengenal Kata 'bagai puyuh laga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai puyuh laga" - Inspirasi dan Motivasi untuk Berbicara

Kata "bagai puyuh laga" adalah salah satu ungkapan dalam bahasa Indonesia yang secara resmi memiliki makna "kiasan bercakap-cakap tidak habis-habisnya". Ungkapan ini memiliki asal-usul dari kebiasaan burung puyuh yang terus-menerus berlaga atau bertengkar dengan satu sama lain. Mereka tidak pernah berhenti berbicara dan berlaga, sehingga menimbulkan kesan yang tidak pernah habis-habisnya. Dalam konteks sehari-hari, kata "bagai puyuh laga" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terus-menerus berbicara tanpa henti, seringkali tentang hal-hal yang tidak penting. Mereka tidak pernah berhenti berbicara dan terus-menerus menjelaskan hal-hal yang sama, sehingga menimbulkan kesan yang bosan dan tidak menarik. **Bercakap-cakap tidak habis-habisnya** seperti ini seringkali membuat orang lain merasa tidak nyaman dan ingin segera berpisah. Contoh penggunaan kata "bagai puyuh laga" dalam kalimat yang alami adalah seperti ini: "Ia terus-menerus berbicara tentang kebiasaannya makan siang, seperti **bagai puyuh laga** yang tidak pernah habis-habisnya." Atau, "Dia selalu berbicara tentang kesalahan yang dilakukan oleh orang lain, seperti **bagai puyuh laga** yang tidak pernah berhenti." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "bagai puyuh laga" memiliki relevansi yang signifikan. Dalam budaya Indonesia, kita seringkali mengalami kesulitan untuk berbicara dengan seseorang yang terus-menerus berbicara tanpa henti. Mereka tidak pernah berhenti berbicara dan terus-menerus menjelaskan hal-hal yang sama, sehingga menimbulkan kesan yang bosan dan tidak menarik. Oleh karena itu, penting untuk mengenali kata "bagai puyuh laga" dan menggunakan ungkapan ini dengan tepat untuk menggambarkan situasi yang tidak nyaman.