Arti Kata "bagai pucuk pisang didiang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai pucuk pisang didiang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai pucuk pisang didiang

bagai pucuk pisang di.di.ang Peribahasa lemah sekali; tidak bertenaga

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai pucuk pisang didiang"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai pucuk pisang didiang" dalam Kalimat

1.Dia terlalu lemah untuk mencapai tujuan, sebagai pucuk pisang di.daing.
2.Bapak tidak bisa lagi berjalan jauh, dia seperti pucuk pisang di.daing.
3.Guru membantu murid yang lemah, karena ia seperti pucuk pisang di.daing.
4.Dia sudah tua, keadaannya seperti pucuk pisang di.daing, butuh bantuan siapa pun.
5.Karena fisiknya lemah, ia seperti pucuk pisang di.daing, tidak bisa melanjutkan pekerjaannya.

📚 Artikel terkait kata "bagai pucuk pisang didiang"

Mengenal Kata 'bagai pucuk pisang didiang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai pucuk pisang didiang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai pucuk pisang didiang" adalah salah satu peribahasa Indonesia yang telah berkembang sejak lama. Dalam artinya yang resmi, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang lemah sekali, tidak bertenaga. Peribahasa ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang yang tidak mampu melakukan sesuatu dengan efektif atau tidak memiliki energi yang cukup untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawabnya. **Makna dan Konteks Historis** Kata "bagai pucuk pisang didiang" memiliki makna yang sangat spesifik dan historis. Pucuk pisang adalah bagian dari pohon pisang yang masih muda dan belum memiliki energi yang cukup untuk tumbuh dan berkembang. Diang adalah suatu tempat yang terletak di pedalaman, jauh dari pusat kehidupan sosial dan ekonomi. Jadi, kata "bagai pucuk pisang didiang" secara harfiah berarti seseorang yang lemah sekali, seperti pucuk pisang yang masih muda dan belum memiliki energi, dan hidup di tempat yang terisolasi, seperti diang. **Contoh Penggunaan** Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "bagai pucuk pisang didiang" dalam kalimat yang alami: * "Dia tidak bisa menyelesaikan tugasnya karena dia sangat lemah, seperti **bagai pucuk pisang didiang**." * "Setelah sakit selama beberapa hari, aku merasa lelah sekali, seperti **bagai pucuk pisang didiang**." * "Dia tidak bisa menangani keadaan darurat karena dia tidak memiliki energi yang cukup, **bagai pucuk pisang didiang**." **Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari** Kata "bagai pucuk pisang didiang" memiliki relevansi yang sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks motivasi dan inspirasi. Sering kali, kita merasa lemah dan tidak memiliki energi yang cukup untuk menyelesaikan tugas atau tanggung jawab kita. Dalam situasi seperti itu, kata "bagai pucuk pisang didiang" dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk meningkatkan energi dan motivasi kita. Dengan demikian, kita dapat menjadi lebih kuat dan lebih siap untuk menghadapi tantangan dan kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.