Arti Kata "bagai pelita kehabisan minyak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai pelita kehabisan minyak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai pelita kehabisan minyak

Peribahasa tidak berseri-seri lagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai pelita kehabisan minyak"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai pelita kehabisan minyak" dalam Kalimat

1.Dalam kesempatan ini, saya tidak akan menjelaskan atau memberikan penjelasan tentang konteks kalimat, karena Anda telah memberikan petunjuk untuk hanya menulis kalimat saja.
2.Dalam kesempatan akademis, lulusan S2 tersebut tidak lagi sebagai pelajar, tapi sebagai pelita kehabisan minyak yang harus menyesuaikan diri dengan dunia kerja.
3.Di ruang kerja, dia tidak bisa lagi menjadi bintang, karena sudah menjadi pelita kehabisan minyak setelah beberapa tahun bekerja.
4.Sebagai seorang guru, dia tidak lagi bercerita tentang kekuasaan dan kekuatan, karena sudah menjadi pelita kehabisan minyak yang hanya menunjukkan kelemahan seseorang.
5.Dalam konteks sosial, pelita kehabisan minyak itu biasanya menjadi objek hinaan dan celaan dari masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "bagai pelita kehabisan minyak"

Mengenal Kata 'bagai pelita kehabisan minyak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai pelita kehabisan minyak" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai pelita kehabisan minyak" adalah peribahasa yang populer dalam bahasa Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna umum sebagai "tidak berseri-seri lagi" atau "hilang semangat". Dalam konteks historis, peribahasa ini mungkin terkait dengan pelita tradisional yang digunakan sebagai sumber cahaya. Ketika pelita kehabisan minyak, cahaya pun hilang, dan orang tidak bisa melihat apa-apa lagi. Dalam hal ini, pelita menjadi simbol semangat dan motivasi seseorang. Peribahasa "bagai pelita kehabisan minyak" sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan keadaan seseorang yang telah kehilangan semangat dan motivasi. Berikut beberapa contoh penggunaan peribahasa ini dalam kalimat alami: - "Setelah gagal dalam ujian, dia menjadi seperti pelita kehabisan minyak, tidak lagi memiliki semangat untuk belajar." - "Usahanya tidak berjalan lancar, dan akhirnya dia menjadi seperti pelita kehabisan minyak, kehilangan semangat untuk terus berusaha." - "Setelah kehilangan pekerjaan, dia menjadi seperti pelita kehabisan minyak, tidak lagi memiliki motivasi untuk mencari pekerjaan baru." Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat orang-orang yang kehilangan semangat dan motivasi. Mereka mungkin kehilangan pekerjaan, gagal dalam ujian, atau mengalami kesulitan lainnya. Dalam situasi seperti itu, peribahasa "bagai pelita kehabisan minyak" dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kembali bangkit. Kita dapat belajar dari peribahasa ini untuk tidak kehilangan semangat dan motivasi dalam menghadapi kesulitan dan tantangan. Dalam budaya Indonesia modern, peribahasa "bagai pelita kehabisan minyak" masih relevan dalam menggambarkan keadaan seseorang yang kehilangan semangat dan motivasi. Dengan demikian, peribahasa ini dapat menjadi inspirasi dan motivasi untuk kembali bangkit dan mencapai tujuan.