Arti Kata "bagai membakar tunam basah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai membakar tunam basah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai membakar tunam basah

Peribahasa hal mengajar anak yang bodoh, sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai membakar tunam basah"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai membakar tunam basah" dalam Kalimat

1.Kata-kata keras sang ibu seperti membakar tunas basah, sehingga anaknya akhirnya belajar.
2.Pesan moral guru sangat keras seperti membakar tunas basah, membantu siswa belajar dengan cepat.
3.Karena kata-kata keras ayah, anaknya belajar dengan cepat, seperti membakar tunas basah.
4.Pembicaraan tentang keuangan rumah tangga seperti membakar tunas basah, membuat suami dan istri saling paham.
5.Dalam cerita rakyat, kata-kata nasihat sang guru seperti membakar tunas basah, membantu anaknya menjadi orang bijak.

📚 Artikel terkait kata "bagai membakar tunam basah"

Mengenal Kata 'bagai membakar tunam basah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai membakar tunam basah" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "bagai membakar tunam basah" merupakan salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Peribahasa ini memiliki makna umum bahwa mengajar anak yang bodoh atau sukar dimengerti (diterima) pelajaran itu olehnya seperti membakar tunas basah. Tunas basah tidak akan terbakar karena tidak memiliki api yang cukup untuk menyala. Begitu pula dengan anak yang bodoh atau sulit dipahami, pelajaran yang diberikan kepada mereka tidak akan berguna karena mereka tidak dapat memahami atau menerima pelajaran tersebut. Peribahasa ini memiliki konteks historis dan sosial yang signifikan. Pada masa lalu, anak-anak yang bodoh dianggap sebagai ancaman bagi keluarga dan masyarakat karena mereka tidak dapat menambah nilai ekonomis dan sosial. Oleh karena itu, orang tua dan guru berusaha keras untuk mengajar mereka agar dapat menjadi orang yang produktif dan berguna. Namun, karena mereka sulit dipahami, pelajaran yang diberikan kepada mereka tidak akan efektif. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "bagai membakar tunam basah" dalam kalimat yang alami: - "Ayah saya mengatakan bahwa mengajar adik saya adalah seperti membakar tunas basah karena dia tidak dapat memahami pelajaran." - "Guru saya bilang bahwa saya seperti membakar tunas basah karena saya tidak dapat memahami konsep matematika." - "Dia mengatakan bahwa mengajar saya adalah seperti membakar tunas basah karena saya tidak dapat memahami bahasa Inggris." Relevansi kata "bagai membakar tunam basah" dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern dapat dilihat dalam beberapa aspek. Pertama, peribahasa ini masih digunakan dalam konteks pendidikan untuk menggambarkan kesulitan anak-anak dalam memahami pelajaran. Kedua, peribahasa ini juga digunakan dalam konteks keluarga untuk menggambarkan kesulitan orang tua dalam mengajar anak-anak mereka. Terakhir, peribahasa ini juga digunakan dalam konteks budaya untuk menggambarkan kesulitan masyarakat dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi.