Arti Kata "bagai bulan kesiangan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai bulan kesiangan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai bulan kesiangan

Peribahasa pucat dan lesu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai bulan kesiangan"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai bulan kesiangan" dalam Kalimat

1.Ibukota negara kita sekarang sangat sunyi seperti bulan kesiangan karena banyak penduduk yang bekerja di luar kota.
2.Dalam perjalanan hidupnya, dia melihat banyak hal yang membuatnya menjadi seperti bulan kesiangan, lemah dan lesu.
3.Kondisi ekonomi negara saat ini seperti bulan kesiangan, membuat para pengusaha kehilangan motivasi untuk berinvestasi.
4.Di kala itu, dia merasa seperti bulan kesiangan, tidak berdaya dan tidak bersemangat dalam menghadapi tantangan hidup.
5.Dalam sastra Jawa, ada peribahasa yang menggambarkan seseorang yang kehilangan semangat hidupnya seperti bulan kesiangan yang lemah dan lesu.

📚 Artikel terkait kata "bagai bulan kesiangan"

Mengenal Kata 'bagai bulan kesiangan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai bulan kesiangan" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam peribahasa Indonesia, "bagai bulan kesiangan" memiliki makna yang sangat kaya. Kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlihat pucat dan lesu, seperti bulan di siang hari. Makna ini terkait dengan konsep "kesiangan" yang merujuk pada waktu siang hari. Dalam konteks ini, bulan di siang hari tidak dapat terlihat karena terangnya matahari. Dengan demikian, kata "bagai bulan kesiangan" menjadi simbol kekurangan kecerahan dan semangat dalam diri seseorang.

Contoh Penggunaan di dalam Kalimat

Setelah beberapa hari tidak tidur, dia terlihat bagai bulan kesiangan karena kelelahan yang berlebihan. - Dia mengatakan bahwa ia merasa bagai bulan kesiangan karena kegagalan dalam mencapai targetnya. - Ia terlihat bagai bulan kesiangan setelah mengalami kehilangan yang berat.

Relevansi di Dunia Modern

Di dunia modern, kata "bagai bulan kesiangan" memiliki relevansi yang sangat penting. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat orang-orang yang terlihat pucat dan lesu karena berbagai alasan. Mungkin mereka sedang menghadapi kesulitan dalam pekerjaan, menghadapi masalah pribadi, atau bahkan sedang mengalami stres. Dalam konteks ini, kata "bagai bulan kesiangan" dapat digunakan sebagai simbol untuk mengingatkan diri kita untuk tidak meninggalkan energi dan semangat dalam mencapai tujuan.