Arti Kata "bagai belut kena ranjau (getah)" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bagai belut kena ranjau (getah)" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bagai belut kena ranjau (getah)

Peribahasa seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bagai belut kena ranjau (getah)"

📝 Contoh Penggunaan kata "bagai belut kena ranjau (getah)" dalam Kalimat

1.Seorang politikus licik yang suka berbohong seperti belut kena ranjau, akhirnya tertangkap oleh oposisi.
2.Dia sangat pandai memanipulasi orang lain, seperti belut kena ranjau, tapi akhirnya ia sendiri yang terjebak dalam masalah.
3.Dalam cerita rakyat, ada seorang pemuda licik yang seperti belut kena ranjau, karena ia suka berbohong dan akhirnya tertipu oleh musuhnya.
4.Dalam pengalaman saya, ada seorang teman yang seperti belut kena ranjau, karena ia suka memanipulasi orang lain dan akhirnya kehilangan akhiran teman-temannya.
5.Di lingkungan bisnis, ada seorang pengusaha yang seperti belut kena ranjau, karena ia suka melakukan taktik licik untuk mencapai tujuannya.

📚 Artikel terkait kata "bagai belut kena ranjau (getah)"

Mengenal Kata 'bagai belut kena ranjau (getah)' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bagai belut kena ranjau (getah)" - Inspirasi dan Motivasi

Peribahasa "bagai belut kena ranjau (getah)" adalah ungkapan yang menggambarkan seseorang yang licik dan cerdik dapat juga tertangkap atau tertipu. Ungkapan ini berasal dari kebiasaan belut yang bersembunyi di dalam tanah dan tidak dapat melihat apa yang ada di depannya. Namun, ketika berusaha untuk mencari makanan, belut tersebut dapat tertangkap oleh ranjau yang tersembunyi di dekatnya. Dalam konteks sejarah, ungkapan ini muncul karena kebiasaan belut yang bersembunyi di dalam tanah dan tidak dapat melihat apa yang ada di depannya. Seseorang yang licik dan cerdik dapat bersembunyi di balik kesombongan dan kepercayaan diri sendiri, namun dapat tertangkap oleh kejutan dan keadaan yang tidak terduga. Berikut adalah beberapa contoh penggunaan kata "bagai belut kena ranjau (getah)" dalam kalimat yang alami: * "Dia terlalu percaya diri, jadi dia kena tipu oleh lawan mainnya, seperti belut kena ranjau (getah)!" * "Dia licik sekali, tapi akhirnya dia kena tangkap oleh polisi, seperti belut kena ranjau (getah)!" Ungkapan "bagai belut kena ranjau (getah)" memiliki relevansi yang penting dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Ungkapan ini dapat digunakan sebagai peringatan bagi kita untuk tidak terlalu percaya diri dan tidak terlalu licik. Kita harus selalu waspada dan siap untuk menghadapi kejutan dan keadaan yang tidak terduga. Dengan demikian, ungkapan "bagai belut kena ranjau (getah)" dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita untuk menjadi lebih bijak dan lebih siap menghadapi kehidupan yang penuh dengan tantangan.