Arti Kata "babit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "babit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

babit

ba·bit v, mem·ba·bit·kan v melibatkan seseorang dl perkara dsb;
ter·ba·bit v tersangkut (terlibat) dl perkara dsb

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "babit"

📝 Contoh Penggunaan kata "babit" dalam Kalimat

1.Dia dibabitkan dalam kasus korupsi oleh pihak kepolisian.
2.Polisi membatininya untuk memberikan keterangan sebagai saksi.
3.Dia merasa terbabit dalam konflik keluarga setelah adiknya menikah tanpa izin.
4.Dalam novel itu, protagonis dibabitkan dalam petualangan untuk mencari harta karun.
5.Pengadilan akan membatinkan para pelaku untuk menjalani hukuman.

📚 Artikel terkait kata "babit"

Mengenal Kata 'babit' - Inspirasi dan Motivasi

Arti Kata "Babit" dalam Bahasa Indonesia

Dalam bahasa Indonesia, kata "babit" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks. Secara historis, kata ini berasal dari bahasa Sunda dan memiliki konotasi yang positif, yaitu melibatkan seseorang dalam suatu perkara atau kegiatan. Dalam konteks sosial, kata "babit" sering digunakan untuk menggambarkan seseorang yang terlibat dalam suatu masalah atau konflik.

Teks Lengkap: Makna Kata "Babit" dalam Bahasa Indonesia

Dalam praktiknya, kata "babit" digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Dia menjadi babit dalam kasus pencurian mobil" atau "Saya menjadi babit dalam proyek pembangunan rumah tersebut". Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata "babit" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang melibatkan diri dalam suatu perkara atau kegiatan.

Kata "Babit" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "babit" sering digunakan dalam berbagai situasi. Misalnya, ketika seseorang menjadi babit dalam suatu konflik keluarga atau menjadi babit dalam suatu proyek sosial. Dalam kedua contoh tersebut, kata "babit" digunakan untuk menggambarkan seseorang yang melibatkan diri dalam suatu perkara atau kegiatan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "babit" juga sering digunakan dalam konteks kegiatan sosial dan kemasyarakatan.