Arti Kata "astenia" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "astenia" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

astenia

as·te·nia /asténia/ n Psi keadaan hilang atau berkurangnya kekuatan; keloyoan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "astenia"

📝 Contoh Penggunaan kata "astenia" dalam Kalimat

1.Karena tidak pernah olahraga, dia mengalami astenia dan suka tidur siang.
2.Klinik mengidentifikasi penyebab astenia pada pasien tersebut sebagai kekurangan vitamin.
3.Pada novel itu, tokoh utama mengalami astenia akibat kehilangan kekasihnya.
4.Pengajar harus berhati-hati karena muridnya mengalami astenia dan perlu peregangan.
5.Saat sakit, dia merasa lelah dan mengalami astenia yang membuatnya tidak bisa beraktifitas.

📚 Artikel terkait kata "astenia"

Mengenal Kata 'astenia' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "astenia" - Inspirasi dan Motivasi untuk Mengatasi Kekurangan Kekuatan

Kata "astenia" berasal dari bahasa Yunani, yaitu "a" (tidak) dan "sthenos" (kekuatan). Dalam arti resmi, astenia memiliki makna sebagai keadaan hilang atau berkurangnya kekuatan; keloyoan. Kata ini telah digunakan dalam psikologi untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang merasa lemah, tidak berenergi, atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukan sesuatu. Penggunaan kata astenia dapat dilihat dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Saat itu saya merasa mengalami astenia yang parah karena kelelahan berat selama beberapa hari," atau "Dia mengalami astenia mental setelah menghadapi banyak tantangan dalam pekerjaannya." Dalam kedua contoh kalimat tersebut, kata astenia digunakan untuk menggambarkan keadaan ketika seseorang merasa lemah atau tidak berenergi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata astenia masih relevan dan digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita merasa tidak berenergi untuk melakukan aktivitas seperti berolahraga atau berdiskusi, kita dapat mengatakan bahwa kita mengalami astenia. Dalam budaya Indonesia modern, kata astenia juga digunakan dalam konteks spiritual, seperti ketika seseorang merasa bahwa mereka telah kehilangan kekuatan spiritual mereka. Dengan demikian, kata astenia masih memiliki makna yang relevan dan berguna dalam menggambarkan keadaan ketika seseorang merasa lemah atau tidak berenergi.