Arti Kata "asabiah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "asabiah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

asabiah

asa·bi·ah n fanatisme

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "asabiah"

📝 Contoh Penggunaan kata "asabiah" dalam Kalimat

1.Sifat asabiah yang berlebihan dapat memicu perpecahan dalam masyarakat majemuk.
2.Pemimpin itu mengingatkan rakyatnya untuk menghindari politik asabiah.
3.Sejarah mencatat, runtuhnya beberapa peradaban disebabkan oleh asabiah internal.
4.Kita harus mengutamakan persatuan nasional di atas semangat asabiah.
5.Paham asabiah hanya akan mementingkan kelompoknya sendiri dan merendahkan yang lain.

📚 Artikel terkait kata "asabiah"

Asabiah: Memahami Konsep Solidaritas dan Bahayanya

Asabiah (atau Asabiyah) adalah sebuah konsep yang berasal dari bahasa Arab yang diperkenalkan oleh sejarawan dan sosiolog Ibnu Khaldun. Secara sederhana, asabiah merujuk pada rasa solidaritas sosial, ikatan kelompok, atau semangat korps yang kuat. Awalnya, konsep ini memiliki konotasi positif, yaitu sebagai kekuatan kohesif yang mengikat suatu kelompok (seperti suku atau bangsa) menjadi satu, memungkinkan mereka untuk bertahan hidup, membangun peradaban, dan mencapai tujuan bersama. Asabiah adalah fondasi dari kekuatan politik dan sosial sebuah dinasti atau negara. Namun, dalam perkembangannya, istilah asabiah seringkali dimaknai secara negatif sebagai fanatisme kesukuan, chauvinisme, atau semangat golongan yang berlebihan. Dalam konteks negatif ini, asabiah adalah sikap membela kelompok sendiri secara membabi buta, merendahkan kelompok lain, dan menolak kebenaran jika datang dari luar kelompoknya. Sifat asabiah yang sempit inilah yang dapat menjadi ancaman bagi persatuan dan keharmonisan dalam masyarakat yang beragam.