Arti Kata "apostasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "apostasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

apostasi

apos·ta·si n keingkaran thd agama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "apostasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "apostasi" dalam Kalimat

1.apostasi adalah tindakan seseorang meninggalkan agama yang dianutnya.
2.Ketika seseorang melakukan apostasi, hal itu bisa menimbulkan kontroversi di masyarakat.
3.apostasi sering kali menjadi topik sensitif dalam diskusi keagamaan.
4.Beberapa negara menerapkan hukuman bagi pelaku apostasi.
5.Seorang yang melakukan apostasi mungkin mengalami tekanan dari lingkungan sekitarnya.

📚 Artikel terkait kata "apostasi"

Arti Kata Apostasi Menurut KBBI

Apa Itu Apostasi?

Apostasi merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan tindakan seseorang yang meninggalkan atau mengingkari keyakinan agama yang sebelumnya dianutnya. Tindakan apostasi dapat dilakukan secara terang-terangan atau diam-diam, tergantung pada konteks dan situasi individu.

Secara historis, apostasi sering dikaitkan dengan konsekuensi yang serius, termasuk dijatuhi hukuman atau diusir dari masyarakat. Dalam beberapa kasus ekstrem, apostasi bahkan dapat berujung pada tindakan kekerasan fisik atau ancaman terhadap nyawa pelakunya.

Di beberapa negara, terutama yang menerapkan sistem hukum berbasis agama, apostasi dianggap sebagai pelanggaran serius yang dapat dikenai sanksi hukum. Hal ini menciptakan situasi di mana individu yang merasa tidak lagi percaya pada agama yang dianutnya harus mempertimbangkan risiko dan konsekuensi dari tindakan apostasi.

Perdebatan seputar apostasi sering kali mencuat dalam konteks kebebasan beragama dan hak asasi manusia. Beberapa kelompok masyarakat dan organisasi advokasi hak asasi manusia menganggap hukuman terhadap apostasi sebagai bentuk pelanggaran terhadap kebebasan individu untuk memilih dan mengikuti keyakinan agamanya sendiri.

Dalam konteks sosial dan budaya, apostasi juga dapat menciptakan ketegangan dan konflik antarindividu, keluarga, atau komunitas. Pelaku apostasi mungkin menghadapi tekanan dari lingkungan sekitarnya, baik dalam bentuk penolakan, diskriminasi, atau isolasi sosial.