Arti Kata "antagonistis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "antagonistis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

antagonistis

an·ta·go·nis·tis a bersifat (selalu) menentang (melawan dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "antagonistis"

📝 Contoh Penggunaan kata "antagonistis" dalam Kalimat

1.Konflik antara pemerintah dan oposisi dalam perebutan kekuasaan adalah sebuah contoh dari situasi antagonistis.
2.Dalam novel, tokoh antagonis sering kali menjadi sumber kekacauan dan perubahan dalam cerita.
3.Ketidakcocokan antara tujuan dan nilai-nilai seseorang dapat membuatnya bersikap antagonistis terhadap orang lain.
4.Pada era kolonial, pemerintah penjajah sering kali menunjukkan sikap antagonistis terhadap penduduk pribumi.
5.Dalam hubungan asmara, sikap antagonis dari salah satu pihak dapat menyebabkan konflik dan perpecahan.

📚 Artikel terkait kata "antagonistis"

Mengenal Arti Kata Antagonistis: Konsep dan Contoh

Kata antagonistis berasal dari bahasa Yunani, yaitu antithese, yang berarti 'perlawanan' atau 'kontradiksi'. Dalam konteks bahasa, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang atau sesuatu yang menentang atau melawan sesuatu lainnya.

Jika seseorang memiliki sikap antagonistis, itu berarti mereka memiliki pandangan atau tujuan yang bertentangan dengan orang lain. Dalam hubungan sosial, hal ini dapat menyebabkan konflik dan perpecahan.

Contoh yang paling jelas adalah konflik antara pemerintah dan oposisi dalam perebutan kekuasaan. Dalam situasi ini, kedua belah pihak memiliki tujuan yang berbeda dan nilai-nilai yang bertentangan, sehingga mereka terlibat dalam perlawanan dan konflik.

Bagaimana dengan dalam konteks hubungan asmara? Ketika salah satu pihak memiliki sikap antagonistis, itu berarti mereka memiliki tujuan atau nilai-nilai yang bertentangan dengan pasangan mereka. Hal ini dapat menyebabkan konflik dan perpecahan dalam hubungan asmara.