Arti Kata "angkara" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "angkara" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
angkara
ang·ka·ra 1 n kebengisan: janganlah Anda berbuat -- thd sesama manusia; 2 n kekurangajaran (thd perempuan dsb): ia tidak pernah berbuat -- thd istri orang; 3 a loba; tamak;
-- murka kebengisan dan ketamakan: raja yg -- murka;
ke·ang·ka·ra·an n 1 kekejaman; kebengisan; 2 kebiadaban; 3 ketamakan; kelobaan
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "angkara"
📝 Contoh Penggunaan kata "angkara" dalam Kalimat
📚 Artikel terkait kata "angkara"
Arti Kata angkara Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia
Definisi Angkara
Angkara merupakan perilaku atau tindakan yang dilakukan dengan cara kasar, keras, atau kejam. Perilaku angkara seringkali melanggar norma-norma sosial dan dapat merugikan orang lain secara langsung maupun tidak langsung. Dalam konteks hukum, angkara juga dapat merujuk pada tindakan kriminal yang melanggar aturan dan norma yang berlaku.
Angkara sering kali diidentifikasi sebagai tindakan yang tidak sesuai dengan tata krama dan etika yang berlaku dalam masyarakat. Contoh dari angkara bisa beragam, mulai dari kekerasan fisik, kecurangan, korupsi, hingga perusakan harta benda atau lingkungan. Perilaku angkara dapat menciptakan ketegangan dan konflik dalam hubungan antarindividu maupun antargrup.
Penanggulangan angkara memerlukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum yang efektif. Melalui edukasi dan pembinaan, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan bahaya perilaku angkara dan mampu mencegahnya sejak dini. Selain itu, lembaga penegak hukum juga harus bekerja secara profesional dan transparan dalam menindak tindakan angkara agar masyarakat merasa aman dan dilindungi.
Perilaku angkara juga dapat muncul dalam berbagai konteks, baik itu di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun dalam ranah publik. Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk memahami dampak negatif dari perilaku angkara dan berkomitmen untuk tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan orang lain. Keterlibatan aktif dari seluruh komponen masyarakat dalam mencegah dan memberantas angkara merupakan langkah penting dalam membangun harmoni dan keadilan sosial.
Dalam kesimpulan, angkara merupakan perilaku atau tindakan yang melanggar norma sosial dan dapat merugikan orang lain. Penanggulangan angkara memerlukan kerjasama dan komitmen dari seluruh lapisan masyarakat serta penegakan hukum yang adil dan tegas. Dengan meningkatkan kesadaran akan bahaya perilaku angkara, diharapkan kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih aman, damai, dan harmonis bagi semua.