Arti Kata "air lalu kubang tohor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "air lalu kubang tohor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

air lalu kubang tohor

air lalu ku.bang tohor Peribahasa uang yang diterimanya lekas habis untuk membayar utang dan sebagainya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "air lalu kubang tohor"

📝 Contoh Penggunaan kata "air lalu kubang tohor" dalam Kalimat

1.Saya menerima uang hadiah tapi air lalu kubang tohor, utang masih belum lunas.
2.Dia mengeluh bahwa gaji bulanannya air lalu kubang tohor, habis untuk membayar sewa rumah.
3.Berdasarkan laporan keuangan, bisnisnya air lalu kubang tohor, karena utang yang terlalu besar.
4.Jika kamu tidak berhati-hati, uang yang kamu dapatkan akan air lalu kubang tohor, seperti uang yang diterima oleh ayahnya.
5.Dalam cerita itu, utang yang ditanggung oleh tokoh utama akhirnya air lalu kubang tohor, karena kegagalan bisnisnya.

📚 Artikel terkait kata "air lalu kubang tohor"

Mengenal Kata 'air lalu kubang tohor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Air Lalu Kubang Tohor" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "air lalu kubang tohor" sering digunakan dalam peribahasa Indonesia untuk menggambarkan situasi di mana uang yang diterima dengan cepat habis untuk membayar utang dan kebutuhan lainnya. Istilah ini memiliki latar belakang sejarah yang kaya dan terkait dengan kondisi sosial masyarakat di masa lalu.

Peribahasa "air lalu kubang tohor" sebenarnya berasal dari pengalaman masyarakat yang hidup di daerah pedalaman atau hutan. Kubang tohor adalah tempat penyimpanan air untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi jika air tersebut digunakan dengan tidak hati-hati, maka air tersebut akan habis dalam waktu singkat. Hal ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menggambarkan situasi di mana uang yang diterima tidak dapat digunakan dengan efektif.

Seringkali, kata "air lalu kubang tohor" digunakan dalam kalimat seperti: "Ketika dia menerima uang dari kerja lembur, uangnya langsung habis karena harus membayar utang, sehingga dia mengalami "air lalu kubang tohor"". Contoh lainnya adalah: "Dia sangat berhati-hati dalam mengelola keuangannya, sehingga dia tidak mengalami "air lalu kubang tohor" seperti yang dialami oleh temannya."

Kata "air lalu kubang tohor" juga relevan dalam kehidupan sehari-hari modern. Dalam era digital, kita sering kali mengalami situasi di mana uang yang diterima cepat habis untuk membayar tagihan, utang, dan kebutuhan lainnya. Oleh karena itu, perlu ada perencanaan dan pengelolaan keuangan yang efektif untuk menghindari situasi "air lalu kubang tohor". Dengan demikian, kita dapat menghindari kebingungan dan kesulitan keuangan yang dapat mempengaruhi kualitas hidup.