Arti Kata "absurdisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "absurdisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

absurdisme

ab·surd·is·me n paham (aliran) yg didasarkan pd kepercayaan bahwa manusia secara umum tidak berarti dan tidak masuk akal (kesadaran para pengikut aliran itu thd tata tertib sering berbenturan dng kepentingan masyarakat umum)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "absurdisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "absurdisme" dalam Kalimat

1.Pertunjukan teater ini penuh dengan nuansa absurdisme yang membingungkan penonton.
2.absurdisme sering digunakan dalam karya seni modern untuk mengekspresikan ketidakberaturan hidup.
3.Dalam konteks filsafat, absurdisme merupakan pandangan bahwa kehidupan tidak memiliki makna.
4.absurdisme sering dianggap sebagai reaksi terhadap ketidakpastian dan kekacauan dunia modern.
5.Beberapa penulis terkenal seperti Albert Camus dikenal karena karyanya yang mengusung tema absurdisme.

📚 Artikel terkait kata "absurdisme"

Pengertian dan Contoh Absurdisme dalam Karya Seni dan Filsafat

Pengertian Absurdisme

Absurdisme merupakan aliran seni dan filsafat yang menekankan ketidakberaturan dan ketidakpastian dalam kehidupan. Konsep ini sering digunakan untuk mengekspresikan kebingungan dan kekacauan yang ada di dunia modern. Absurdisme sering dianggap sebagai reaksi terhadap paradigma tradisional yang menekankan logika dan makna. Secara filosofis, absurdisme merupakan pandangan bahwa kehidupan tidak memiliki makna inheren atau tujuan yang jelas.

Dalam karya seni, absurdisme sering muncul dalam teater, sastra, dan seni visual. Pertunjukan teater yang mengusung tema absurdisme sering kali menampilkan karakter-karakter yang terperangkap dalam situasi yang tidak masuk akal atau bertentangan dengan norma sosial. Hal ini bertujuan untuk mempertanyakan konvensi dan aturan yang ada dalam masyarakat.

Salah satu contoh karya seni yang mengusung tema absurdisme adalah drama karya Samuel Beckett berjudul "Waiting for Godot". Dalam drama ini, dua karakter utama terjebak dalam sebuah situasi yang tidak jelas dan terus menunggu kedatangan seseorang yang tidak pernah datang. Absurdisme dalam karya ini menyoroti keadaan manusia yang terjebak dalam rutinitas dan ketidakpastian hidup.

Dalam konteks filsafat, absurdisme sering dikaitkan dengan pemikiran Albert Camus. Camus menyatakan bahwa kehidupan adalah absurd, namun kita harus tetap mencari makna dan kebahagiaan meskipun dalam kondisi yang tidak pasti. Menurutnya, revolusi manusia terletak pada penerimaan akan absurditas kehidupan.

Secara keseluruhan, absurdisme merupakan konsep yang kompleks yang mengajak kita untuk merenungkan ketidakpastian dan ketidakberaturan dalam kehidupan. Melalui karya seni dan filsafat, absurdisme memberikan ruang bagi eksplorasi dan refleksi atas kondisi manusia dalam dunia yang penuh dengan paradoks dan pertanyaan tanpa jawaban.