Arti Kata "yang bertakuk yang ditebang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "yang bertakuk yang ditebang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

yang bertakuk yang ditebang

yang ber.ta.kuk yang ditebang, yang bergaris yang dipahat Peribahasa sudah menurut aturan (adat) yang biasa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "yang bertakuk yang ditebang"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "yang bertakuk yang ditebang" dalam Kalimat

1.Dalam konteks kehidupan sehari-hari, mereka sudah mengetahui aturan yang bertakuk yang ditebang.
2.Dalam sebuah kesempatan formal, penelitian tersebut telah menentukan bahwa masyarakat sudah mengetahui adat yang bertakuk yang ditebang.
3.Dalam buku sastra yang berjudul "Perubahan", penulis menggambarkannya sebagai masyarakat yang sudah mengetahui adat yang bertakuk yang ditebang.
4.Dalam proses belajar di sekolah, guru menjelaskan bahwa adat yang bertakuk yang ditebang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
5.Pada saat itu, masyarakat sudah mengetahui adat yang bertakuk yang ditebang sehingga tidak ada lagi pelanggaran yang terjadi.

πŸ“š Artikel terkait kata "yang bertakuk yang ditebang"

Mengenal Kata 'yang bertakuk yang ditebang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "yang bertakuk yang ditebang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "yang bertakuk yang ditebang" adalah salah satu peribahasa dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang mendalam. Menurut kamus KBBI, peribahasa ini memiliki arti "yang sudah menurut aturan (adat) yang biasa". Peribahasa ini memiliki historis yang panjang dan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Sejarah dan Konteks Sosial

Peribahasa "yang bertakuk yang ditebang" memiliki asal-usul yang kompleks. Kata "bertakuk" berasal dari kata "takuk", yang berarti "menunduk" atau "menurun". Sementara itu, kata "ditebang" berasal dari kata "tebang", yang berarti "dipotong" atau "dipenggal". Jadi, peribahasa ini secara harfiah berarti "orang yang telah menunduk dan dipotong". Dalam konteks sosial, peribahasa ini digunakan untuk menggambarkan orang yang telah menurut aturan dan adat yang biasa.

Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan peribahasa "yang bertakuk yang ditebang" dalam kalimat yang alami: - Setelah dia menyelesaikan tugasnya, dia dapat dikatakan sudah menurut aturan dan menjadi "yang bertakuk yang ditebang". - Perusahaan yang telah beroperasi selama 10 tahun dan telah menyelesaikan banyak proyek dapat dikatakan sudah menurut aturan dan menjadi "yang bertakuk yang ditebang". - Siswa yang telah menyelesaikan semester ganjil dan telah menurut aturan dapat dikatakan sudah "yang bertakuk yang ditebang".

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Peribahasa "yang bertakuk yang ditebang" memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Dalam era digital yang semakin kompleks, peribahasa ini dapat digunakan untuk menggambarkan orang yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik dan telah menurut aturan yang biasa. Selain itu, peribahasa ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan perusahaan atau organisasi yang telah beroperasi selama waktu yang lama dan telah menyelesaikan banyak proyek. Dengan demikian, peribahasa "yang bertakuk yang ditebang" tetap relevan dan dapat digunakan dalam berbagai konteks.