Arti Kata "tuslah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tuslah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

tuslah

tus·lah n cak tambahan pembayaran (karcis kereta api dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tuslah"

📝 Contoh Penggunaan kata "tuslah" dalam Kalimat

1.Kami membayar tiket kereta api dan tambahan tuslah untuk fasilitas makan dan minum.
2.Pemilik warung makan menuntut pembeli membayar tuslah untuk menggunakan fasilitas Wi-Fi.
3.Kamu perlu membayar tuslah lebih banyak jika ingin memesan menu makanan khusus.
4.Dalam peraturan perjalanan kereta api, ada informasi tentang biaya tambahan tuslah yang wajib dibayar.
5.Paket wisata yang ditawarkan mencakup tiket pesawat, akomodasi, dan biaya tuslah tambahan lainnya.

📚 Artikel terkait kata "tuslah"

Mengenal Kata 'tuslah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Tuslah" - Faktor Tambahan Pembayaran yang Penting

Kata "tuslah" seringkali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika melakukan pembayaran untuk jasa transportasi atau fasilitas lainnya. Namun, apakah kamu tahu apa sebenarnya arti dari kata ini? **Makna dan Konteks Historis** Dalam bahasa Indonesia, kata "tuslah" memiliki makna sebagai cak tambahan pembayaran, seperti karcis kereta api, tiket bus, atau bahkan biaya parkir. Kata ini memiliki asal-usul dari kata "tus" yang berarti uang atau pembayaran. Dalam konteks sejarah, kata "tuslah" digunakan sebagai istilah dalam perkeretaapian Indonesia, terutama pada masa kolonial Belanda. **Contoh Penggunaan dalam Kalimat** 1. Saya harus membayar **tuslah** tambahan karena saya membawa anjing ke dalam kereta api. 2. Biaya parkir di mall ini termasuk **tuslah** yang cukup tinggi. 3. Saya tidak ingin membayar **tuslah** tambahan untuk tiket bioskop, jadi saya memilih menonton film di rumah. **Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari** Kata "tuslah" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika melakukan perjalanan atau menggunakan jasa transportasi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "tuslah" seringkali digunakan sebagai istilah yang umum dalam percakapan sehari-hari. Selain itu, kata ini juga memiliki dampak yang signifikan dalam menentukan biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan perjalanan atau menggunakan jasa transportasi. Dengan demikian, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks historis dari kata "tuslah" agar dapat digunakan dengan tepat dalam kehidupan sehari-hari.