Arti Kata "titir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "titir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

titir

1ti·tir n bunyi lesung (beduk, canang, kentungan, dsb) yg dipukul dng gencar sbg tanda bahaya dsb;
me·ni·tir v memukul (gendang, kentungan, dsb) dng gencar: orang ~ gendang sewaktu raja akan masuk balairung

2ti·tir n, ti·tir·an n baling-baling

3ti·tir ? ketitir

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "titir"

📝 Contoh Penggunaan kata "titir" dalam Kalimat

1.Pada pukul tiga sore, gendang dibunyikan dengan keras sebagai tanda siap berolahraga.
2.Ketika ada kecelakaan, suara titir kentungan berdering untuk memperingatkan warga.
3.Guru meminta siswa memukul gendang dengan gencar sebagai bagian latihan musik mengenalkan nada.
4.Sebagai bentuk protes, mahasiswa memukul gendang dengan keras di depan kantor gubernur.
5.Pada malam Idul Fitri, suara titir bedug dapat didengar dari masjid setempat sebagai tanda syukuran.

📚 Artikel terkait kata "titir"

Mengenal Kata 'titir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "titir" - Bunyi Bahaya yang Menyegarkan

Kata titir memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, titir dapat diartikan sebagai bunyi lesung atau kentungan yang dipukul dengan gencar sebagai tanda bahaya atau peringatan. Dalam konteks sosial dan historis, titir sering digunakan sebagai alat komunikasi darurat dalam situasi yang memerlukan perhatian segera. Misalnya, dalam kegiatan olahraga, titir digunakan sebagai tanda bahwa suhu udara telah mencapai titik maksimal yang tidak aman untuk beraktivitas. Dalam kehidupan sehari-hari, titir sering digunakan dalam beberapa konteks yang menarik. Misalnya, ketika seseorang memukul titir sebagai tanda peringatan kepada orang lain untuk berhati-hati. "Orang memukul titir sebagai tanda bahwa ada peringatan darurat yang harus diperhatikan." Selain itu, titir juga digunakan dalam kalimat seperti "Saya mendengar titir yang dipukul oleh petugas keamanan sebagai tanda bahaya." Dalam kebudayaan Indonesia, titir memiliki makna yang lebih dalam lagi. Dalam beberapa tradisi, titir digunakan sebagai alat komunikasi antara masyarakat dan pemerintah. Misalnya, dalam kegiatan upacara adat, titir digunakan sebagai tanda bahwa kegiatan tersebut telah dimulai. "Dalam upacara adat, titir dipukul sebagai tanda bahwa kegiatan telah dimulai dan seluruh masyarakat harus hadir."