Arti Kata "tersier" Menurut KBBI
Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "tersier" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
tersier
ter·si·er /térsiér/ n 1 yg ketiga; 2 Ant primata yg berasal dr zaman paleosen dan eosen dan yg kini masih dapat ditemukan di Indonesia dan daerah lain di Asia Tenggara
Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tersier"
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "tersier"
📝 Contoh Penggunaan kata "tersier" dalam Kalimat
1.Dalam ilmu biologi, proses fotosintesis adalah contoh dari sirkulasi energi di bumi, di mana energi matahari diproses menjadi energi kimia oleh tumbuhan sebagai tumbuhan tersier dalam rantai makanan.
2.Ketika kita memasuki ke dalam hutan hujan, kita dapat menemukan spesies spesifik yang berada di lapisan tertinggi pohon, yaitu fauna tersier yang berperan sebagai penyerbuk bunga dan penyebar biji.
3.Berdasarkan teori Darwin, proses evolusi dapat dijelaskan dengan menggunakan konsep seleksi alam yang terus menerus, di mana makhluk hidup dengan fitur tersier yang lebih unggul memiliki kemungkinan lebih besar untuk bertahan hidup.
4.Pada umumnya, struktur organisasi perusahaan dapat dibagi menjadi tiga lapisan, yaitu lapisan paling atas yang memegang peran sebagai pemimpin, lapisan tengah sebagai pengurus, serta lapisan tersier sebagai pelaksana kegiatan operasional.
5.Pada abad ke-19, teori geologi tentang pembentukan batuan dapat diterangkan dengan menggunakan konsep proses pembentukan batuan yang melibatkan tiga lapisan, yaitu lapisan teratas yang merupakan endapan pasir, lapisan tengah yang berupa batuan beku, serta lapisan tersier yang berupa batuan metamorf.