Arti Kata "telutut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "telutut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

telutut

te·lu·tut ark v, me·ne·lu·tut v berlutut; bertelut: hamba datang bukan untuk bersimpuh ~ mengulang-ulangnya spt perempuan tua

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "telutut"

📝 Contoh Penggunaan kata "telutut" dalam Kalimat

1.Pengajar itu meminta para siswa untuk telutut di depan kelas sebagai tindakan disiplin.
2.Di rumah, ibu mertua seringkali meminta anaknya untuk bertelutut sebelum meminta sesuatu.
3.Dalam budaya Jawa, istilah "telutut" digunakan untuk menggambarkan sikap hormat kepada orang tua.
4.Seorang penghulu meminta umatnya untuk bertelutut di depan mimbar sebagai tanda hormat.
5.Pada acara resepsi pernikahan, tamu undangan diperbolehkan telutut saat mengucapkan selamat kepada pasangan baru.

📚 Artikel terkait kata "telutut"

Mengenal Kata 'telutut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "telutut" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "telutut" memiliki makna umum berlutut atau bertelut, yang dapat diterjemahkan sebagai berlutut dengan sengaja atau mengulang-ulang gerakan berlutut. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan dalam bahasa Indonesia kuno untuk menggambarkan perilaku hamba yang menghaturkan diri kepada tuannya, seperti berlutut atau bertelut sebagai tanda hormat. Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan perilaku yang terlalu banyak atau berlebihan, seperti mengulang-ulang gerakan berlutut sambil menghaturkan diri kepada tuan.

Contoh Penggunaan Kata "telutut"

Kata "telutut" dapat digunakan dalam kalimat yang alami dengan berbagai konteks. Misalnya: "Ia datang untuk bersimpuh, bukan untuk berseru-seru seperti biasanya, dan mengulang-ulangnya seperti seorang hamba yang telutut menghaturkan diri kepada tuannya." Dalam kalimat ini, kata "telutut" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang sangat hormat dan menghaturkan diri kepada orang lain. Contoh lainnya adalah: "Dia telutut dan mengulang-ulang gerakan berlutut sambil berdoa, berharap doanya dipenuhi." Dalam kalimat ini, kata "telutut" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang sangat berdoa dan berharap.

Relevansi Kata "telutut" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "telutut" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia. Dalam beberapa kasus, kata ini digunakan untuk menggambarkan perilaku yang sangat hormat dan menghaturkan diri kepada orang lain, seperti dalam perayaan hari raya atau dalam keadaan yang sangat serius. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks keagamaan, seperti dalam berdoa atau dalam keadaan yang sangat berdoa. Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan dalam konteks humoris, seperti dalam situasi yang sangat lucu atau dalam keadaan yang sangat berlebihan.