Arti Kata "sumpah sepata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sumpah sepata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sumpah sepata

kutukan, tulah, dan sebagainya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sumpah sepata"

📝 Contoh Penggunaan kata "sumpah sepata" dalam Kalimat

1.Pemimpin desa mengucapkan sumpah sepata kepada warga yang tidak menaati peraturan.
2.Penghuni rumah itu berdoa untuk menghindari kutukan sumpah sepata ayahnya yang sudah lama meninggal.
3.Dalam mitologi suku Dayak, sumpah sepata digunakan untuk melindungi harta karun di dalam gua.
4.sumpah sepata yang terucap oleh nenek moyang masih dipercaya oleh masyarakat adat hingga saat ini.
5.Dalam cerita rakyat, sumpah sepata digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan musuh.

📚 Artikel terkait kata "sumpah sepata"

Mengenal Kata 'sumpah sepata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sumpah Sepata" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sumpah sepata" sering kali digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan kutukan, tulah, atau bencana yang menimpa seseorang atau suatu kelompok. Dalam konteks historis, kata ini memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks, terkait dengan kepercayaan dan tradisi masyarakat adat di Indonesia. Dalam budaya Jawa, misalnya, "sumpah sepata" merujuk pada kutukan yang diturunkan dari leluhur atau roh-roh halus, yang dapat menyebabkan bencana atau malapetaka. Kutukan dan Tulah dalam Sumpah Sepata Kata "sumpah sepata" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan keadaan yang tidak diinginkan. Contohnya, "Rumahnya rusak akibat sumpah sepata" atau "Dia menderita karena sumpah sepata yang ditimpakan oleh ibunya". Dalam konteks ini, "sumpah sepata" digunakan untuk menggambarkan kutukan atau tulah yang menimpa seseorang. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sumpah sepata" juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Sumpah sepata menimpakan bencana alam" atau "Dia tidak berhasil karena sumpah sepata yang menyelimutinya". Dalam budaya Indonesia modern, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak menguntungkan atau bencana yang menimpa seseorang atau suatu kelompok. Relevansi Sumpah Sepata dalam Kehidupan Sehari-Hari Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sumpah sepata" memiliki relevansi yang penting. Dalam budaya Indonesia, kata ini digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak diinginkan dan dapat menimbulkan rasa takut atau khawatir. Namun, dalam konteks modern, kata ini juga digunakan untuk menggambarkan keadaan yang tidak menguntungkan dan dapat menimbulkan kesadaran akan pentingnya mengambil tindakan untuk menghindari bencana atau malapetaka. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks kata "sumpah sepata" dalam berbagai konteks, agar dapat menggunakan kata ini dengan tepat dan efektif.