Arti Kata "sesat pikiran" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sesat pikiran" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sesat pikiran

salah pendirian (pendapat)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sesat pikiran"

📝 Contoh Penggunaan kata "sesat pikiran" dalam Kalimat

1.Dia memiliki sesat pikiran tentang teori yang dia usung untuk meningkatkan produktivitas.
2.Pengajar perlu memahami bahwa murid-murid yang sesat pikiran perlu dibimbing dengan hati-hati.
3.Dia menulis novel yang menggambarkan kehidupan masyarakat yang penuh sesat pikiran dan kekerasan.
4.Peneliti harus dapat mengidentifikasi sumber sesat pikiran yang menyebabkan perbedaan pendapat di kalangan masyarakat.
5.Dalam berbicara dengan masyarakat, kita harus dapat memahami dan mengakui bahwa mereka memiliki sesat pikiran yang berbeda dari kita.

📚 Artikel terkait kata "sesat pikiran"

Mengenal Kata 'sesat pikiran' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sesat pikiran" - Inspirasi dan Motivasi

Makna dan Konteks Historis/ Sosial

Kata "sesat pikiran" dalam bahasa Indonesia secara resmi berarti "salah pendirian (pendapat)". Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan kesalahan dalam berpikir atau mengambil keputusan. Dalam konteks sejarah, konsep ini seringkali dihubungkan dengan pernyataan filsuf dan tokoh agama yang menekankan pentingnya berpikir secara jernih dan benar. Dalam budaya Indonesia modern, kata "sesat pikiran" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk mengkritik atau mengevaluasi pendapat atau keputusan yang dianggap keliru.

Contoh Penggunaan Kata "sesat pikiran"

Seseorang yang berpendapat bahwa "cara terbaik untuk mengobati penyakit adalah dengan menggunakan obat tradisional" dapat dikatakan memiliki **sesat pikiran** karena tidak didukung oleh bukti ilmiah. Seorang pebisnis yang menganggap bahwa investasi di saham adalah cara teraman untuk menghemat uang dapat mengalami **sesat pikiran** jika tidak mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi pasar saham. Dalam percakapan sehari-hari, kita mungkin mendengar seseorang mengatakan bahwa "tidak ada gunanya belajar bahasa asing karena tidak berguna dalam kehidupan sehari-hari" dengan **sesat pikiran** karena tidak mempertimbangkan manfaat lainnya dari belajar bahasa asing.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sesat pikiran" memiliki relevansi yang besar dalam mengkritik atau mengevaluasi pendapat atau keputusan yang dianggap keliru. Dengan memahami konsep ini, kita dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan dan berpikir secara jernih. Dalam budaya Indonesia modern, kata "sesat pikiran" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk meningkatkan kesadaran dan kritik terhadap pendapat atau keputusan yang dianggap keliru. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kualitas berpikir dan mengambil keputusan yang lebih tepat.