Arti Kata "sekoteng" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sekoteng" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sekoteng

se·ko·teng n minuman penghangat badan (terbuat dr gula, jahe, tangkue, dsb)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sekoteng"

📝 Contoh Penggunaan kata "sekoteng" dalam Kalimat

1.Saya memesan sekoteng hangat di warung kuliner lokal untuk menghilangkan rasa lelah setelah berjalan kaki.
2.Makanan khas Jawa Barat, sekoteng, sering disajikan sebagai minuman penghangat badan pada musim hujan.
3.sekoteng yang dibuat dengan campuran jahe dan gula merah menjadi favoritku saat musim dingin tiba.
4.Dalam tradisi masyarakat Sunda, sekoteng dimaksudkan sebagai minuman penghangat badan pada malam hari.
5.Saya mencoba resep sekoteng baru dengan menambahkan buah stroberi untuk memberikan rasa yang unik dan segar.

📚 Artikel terkait kata "sekoteng"

Mengenal Kata 'sekoteng' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sekoteng" - Minuman Penghangat Badan Tradisional

Kata "sekoteng" mungkin masih asing bagi banyak orang, terutama bagi generasi muda yang lebih familiar dengan minuman modern. Namun, dalam konteks historis, sekoteng telah menjadi minuman penghangat badan yang populer di Indonesia, terutama di daerah-daerah pedesaan. Minuman ini terbuat dari bahan-bahan alami seperti gula, jahe, dan tangkue, yang dikombinasikan dengan air untuk membuatnya menjadi hangat dan menenangkan. Sekoteng telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya Indonesia, terutama selama musim hujan atau ketika cuaca sedang dingin. Minuman ini sering diminum oleh orang-orang tua untuk menghangatkan badan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakannya: "Saya suka menikmati sekoteng di pagi hari untuk menghangatkan badan sebelum berangkat kerja", atau "Kami biasanya membuat sekoteng bersama-sama di rumah untuk mengobati batuk." Dalam kehidupan sehari-hari, sekoteng masih sangat relevan dan populer di Indonesia. Banyak warung atau toko yang menyajikan sekoteng sebagai salah satu menu utama mereka, terutama di daerah-daerah yang memiliki cuaca dingin. Selain itu, sekoteng juga sering dijadikan sebagai bahan untuk acara-acara tradisional atau perayaan-perayaan di Indonesia. Dengan demikian, sekoteng menjadi bagian dari identitas dan budaya Indonesia yang kaya dan beragam.