Arti Kata "sekarat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sekarat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sekarat

se·ka·rat a cak dl keadaan saat-saat menjelang kematian (menjelang ajal tiba)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sekarat"

📝 Contoh Penggunaan kata "sekarat" dalam Kalimat

1.Pada akhirnya, nenek itu menyadari bahwa dirinya telah sekarat dan tidak mempunyai banyak waktu lagi.
2.Pada hari itu, dokter mengatakan bahwa ayahku telah sekarat dan perlu perawatan intensif di rumah sakit.
3.Dalam novel itu, tokoh utama mengalami perubahan besar ketika ia menyadari bahwa kehidupannya akan sekarat dalam waktu singkat.
4.Ibu saya selalu mengingatkan saya untuk menghabiskan waktu berharga dengan keluarga, karena hidup memang akan sekarat dalam waktu yang tidak terduga.
5.Dalam pengalaman saya, melihat teman saya sekarat membuat saya menyadari akan pentingnya kebersamaan dalam kehidupan.

📚 Artikel terkait kata "sekarat"

Mengenal Kata 'sekarat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sekarat" - Menghadapi Kehidupan dengan Bijak

Kata "sekarat" seringkali muncul dalam percakapan sehari-hari, terutama ketika membahas tentang kematian atau ajal. Namun, sebelum membahas tentang maknanya, mari kita lihat asal-muasal kata ini. Kata "sekarat" sendiri berasal dari bahasa Belanda "zeker" yang berarti "sangat mungkin" atau "pasti". Dalam konteks historis, kata ini pertama kali digunakan pada abad ke-18 untuk menggambarkan keadaan seseorang yang menjelang ajal. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "sekarat" digunakan dalam kalimat seperti "Dia sedang sekarat karena sakitnya yang parah" atau "Dia telah sekarat karena kecelakaan itu". Contoh lainnya adalah "Dia telah sekarat selama beberapa hari terakhir karena penyakitnya". Dalam kasus-kasus seperti ini, kata "sekarat" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sangat dekat dengan ajal. Namun, kata "sekarat" juga memiliki makna yang lebih dalam dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sangat lemah atau tidak berdaya. Dalam konteks ini, kata "sekarat" digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sangat butuh bantuan atau dukungan dari orang lain. Contohnya adalah "Dia telah sekarat dalam karirnya karena tidak memiliki dukungan yang cukup". Dalam kesimpulan, kata "sekarat" memiliki makna yang sangat luas dan kompleks dalam kehidupan sehari-hari. Dari menggambarkan keadaan seseorang yang menjelang ajal, sampai menggambarkan keadaan seseorang yang sangat lemah atau tidak berdaya, kata ini memiliki relevansi yang sangat besar dalam budaya Indonesia modern. Oleh karena itu, kita harus lebih bijak dalam menggunakan kata ini untuk menghindari kesalahpahaman yang tidak perlu.