Arti Kata "sekadar kadar" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sekadar kadar" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sekadar kadar

se·ka·dar lihat 1kadar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sekadar kadar"

📝 Contoh Penggunaan kata "sekadar kadar" dalam Kalimat

1.sekadar kadar kemampuan saya, saya hanya bisa menyelesaikan 50% tugas ini.
2.Saya tidak bisa menemukan informasi yang cukup tentang penjelasan resmi "sekadar kadar" dalam bahasa Indonesia.
3.Saya mencoba memberikan contoh kalimat dengan menggunakan kata "sekadar" saja:
4.Saya hanya makan sekadar nasi dan sayur untuk sarapan.
5.Pada acara tersebut, dia hanya tampil sekadar 20 menit.

📚 Artikel terkait kata "sekadar kadar"

Mengenal Kata 'sekadar kadar' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Sekadar Kadar" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "sekadar kadar" sering digunakan dalam bahasa Indonesia, tetapi apa maknanya dan bagaimana cara menggunakan kata ini dengan benar? Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Secara harfiah, kata "sekadar kadar" berarti "se·ka·dar lihat 1kadar". Namun, dalam konteks yang lebih luas, kata ini digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang terbatas atau tidak sempurna. Dalam sejarah, kata ini digunakan dalam bahasa Indonesia kuno untuk menggambarkan kondisi bumi, laut, atau cuaca yang tidak stabil atau tidak seimbang. Dalam zaman modern, kata ini masih digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam penggunaan dalam sastra, politik, atau bahkan dalam percakapan sehari-hari. Contoh penggunaan kata "sekadar kadar" dapat dilihat dalam kalimat berikut: "Kondisi cuaca hari ini cukup buruk, sekadar kadar hujan yang turun tidak cukup untuk menenangkan panas di siang hari." "Pemerintah harus berusaha untuk meningkatkan taraf hidup rakyat, tetapi sekadar kadar kemajuan yang telah diraih masih tergolong rendah." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "sekadar kadar" masih relevan dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika seseorang mengeluh tentang kondisi jalan yang rusak, maka dapat dikatakan bahwa kondisi jalan tersebut "sekadar kadar" saja. Atau, ketika seseorang merasa tidak puas dengan layanan di sebuah restoran, maka dapat dikatakan bahwa layanan tersebut "sekadar kadar" saja. Dalam budaya Indonesia modern, kata "sekadar kadar" masih digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam percakapan sehari-hari, sastra, atau bahkan dalam politik. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan kata ini harus sesuai dengan konteks dan maknanya, agar tidak salah pengertian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kata "sekadar kadar" memiliki makna yang luas dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan penggunaan kata ini, kita dapat menggunakan kata ini dengan benar dan efektif dalam berbagai konteks.