Arti Kata "sahibulbait" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "sahibulbait" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

sahibulbait

sa·hi·bul·ba·it n tuan rumah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "sahibulbait"

📝 Contoh Penggunaan kata "sahibulbait" dalam Kalimat

1.Pengusaha sukses dianggap sebagai sahibulbait masyarakat sekitar.
2.Dia diundang sebagai sahibulbait untuk makan malam besar perusahaan.
3.Keluarga besar memuji ayahanda mereka sebagai sahibulbait yang sabar dan bijak.
4.Pada acara formal, dia dianggap sebagai sahibulbait dan dihormati oleh tamu.
5.Penghormatan kepada sahibulbait sebagai tanda penghargaaan atas baktinya kepada keluarga.

📚 Artikel terkait kata "sahibulbait"

Mengenal Kata 'sahibulbait' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "sahibulbait" - Hidup di Bawah Naungan Tuan Rumah

Dalam bahasa Indonesia, kata "sahibulbait" memiliki makna yang sangat spesifik. Secara resmi, definisi sahibulbait adalah "tuan rumah" dalam konteks tertentu. Kata ini memiliki sejarah yang panjang dan memiliki relevansi dengan beberapa aspek kehidupan masyarakat Indonesia.

Asal Mula dan Konteks Sejarah Sahibulbait

Sahibulbait berasal dari bahasa Arab, yang dalam konteks agama Islam, merujuk pada kepemilikan atau tuan rumah atas sebuah rumah atau tempat tinggal. Dalam konteks sosial, sahibulbait memiliki makna yang lebih luas, yaitu seseorang yang memiliki otoritas dan tanggung jawab atas suatu keluarga atau lingkungan. Dalam masyarakat tradisional Indonesia, sahibulbait sering digunakan untuk mengacu pada ayah atau kepala keluarga.

Penggunaan Sahibulbait dalam Kehidupan Sehari-Hari

Contoh penggunaan kata sahibulbait dalam kalimat yang alami adalah: "Dia adalah sahibulbait yang baik, selalu menolong kami dalam kebutuhan kami." Dalam kalimat ini, sahibulbait mengacu pada seseorang yang memiliki otoritas dan tanggung jawab atas suatu keluarga atau lingkungan. Contoh lain adalah: "Sahibulbait kami sangat peduli dengan pendidikan kami, sehingga kami dapat mengejar impian kami." Dalam kalimat ini, sahibulbait mengacu pada ayah atau kepala keluarga yang peduli dengan pendidikan anak-anaknya.

Relevansi Sahibulbait dalam Kehidupan Modern Indonesia

Dalam kehidupan modern Indonesia, konsep sahibulbait masih relevan. Banyak orang yang masih menghargai peran sahibulbait dalam keluarga atau lingkungan. Mereka mengakui bahwa sahibulbait memiliki otoritas dan tanggung jawab atas suatu keluarga atau lingkungan, dan mereka juga mengakui bahwa sahibulbait memiliki kemampuan untuk menolong dan mendukung anggota keluarga atau lingkungan. Dalam masyarakat modern, konsep sahibulbait dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki otoritas dan tanggung jawab atas suatu komunitas atau lingkungan.