Arti Kata "romusa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "romusa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

romusa

ro·mu·sa n orang-orang yg dipaksa bekerja berat pd zaman pendudukan Jepang; pekerja paksa;
me·ro·mu·sa·kan v menjadikan romusha; memaksa bekerja berat: pemerintah Jepang ~ rakyat setempat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "romusa"

📝 Contoh Penggunaan kata "romusa" dalam Kalimat

1.Pemerintah Jepang memaksa rakyat setempat menjadi romusa untuk memenuhi kebutuhan perang.
2.Banyak orang menderita karena menjadi romusa pada masa pendudukan Jepang.
3.Sejarah mencatat bahwa romusa adalah korban utama dari okupasi Jepang di Indonesia.
4.Pada masa lalu, banyak orang dipaksa bekerja berat sebagai romusa di pabrik-pabrik milik Jepang.
5.Dalam sejarah Indonesia, romusa adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan para pekerja paksa.

📚 Artikel terkait kata "romusa"

Mengenal Kata 'romusa' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "romusa" - Kenangan Tragis Pekerja Paksa

Kata "romusa" memiliki makna yang sangat penting dalam sejarah Indonesia, terutama selama masa pendudukan Jepang. Dalam arti resmi, "romusa" diartikan sebagai orang-orang yang dipaksa bekerja berat pada zaman itu. Mereka adalah korban pekerja paksa yang harus menghadapi kehidupan yang sangat berat dan tidak adil. Pemerintah Jepang memaksa rakyat setempat untuk bekerja keras, tanpa memperhatikan kesejahteraan mereka. Contoh penggunaan kata "romusa" dapat dilihat dalam kalimat berikut: "Selama masa pendudukan Jepang, banyak warga Indonesia yang menjadi romusa dan dipaksa bekerja di tambang-tambang yang berbahaya." "Pemerintah Jepang memaksa romusa untuk bekerja berjam-jam tanpa istirahat." "Banyak romusa yang meninggal karena kelelahan dan kekurangan makanan." Kata "romusa" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia, terutama dalam konteks memperingati hari-hari besar seperti Hari Kemerdekaan. Kami harus mengingat sejarah negara kita dan menghargai korban-korban yang telah berjuang untuk kebebasan dan kemerdekaan. Dengan mengingat romusa, kita dapat memahami betapa pentingnya kebebasan dan kemerdekaan, serta berkomitmen untuk melindungi hak-hak asasi manusia.