Arti Kata "rakap" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "rakap" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

rakap

ra·kap ark, me·ra·kap v bergerak (perlahan) dng lutut dan tapak tangan; merangkak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "rakap"

📝 Contoh Penggunaan kata "rakap" dalam Kalimat

1.Anak itu merakap di sekitar rumah karena masih tidak bisa berjalan dengan stabil.
2.Pada masa lalu, orang-orang sering merakap untuk berjalan perlahan ke tempat-tempat yang jauh.
3.Dalam latihan yoga, murid belajar untuk merakap dengan benar agar dapat menemukan kesadaran tubuh.
4.Sekarang, anak kecil itu sudah tidak perlu merakap lagi karena dapat berjalan dengan stabil dan cepat.
5.Mereka merakap di atas karpet untuk mencari mainan yang tersembunyi di bawahnya.

📚 Artikel terkait kata "rakap"

Mengenal Kata 'rakap' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "rakap" - Gerakan yang Menginspirasi

Kata "rakap" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan gerakan berjalan dengan lurus, menggunakan lutut dan tapak tangan. Dalam konteks historis, kata "rakap" sering digunakan untuk menggambarkan gerakan perlawanan atau protes yang dilakukan oleh masyarakat melawan pemerintah atau kekuatan eksternal. Dalam konteks sosial, kata "rakap" juga digunakan untuk menggambarkan gerakan solidaritas atau dukungan yang dilakukan oleh masyarakat terhadap kelompok atau individu yang membutuhkan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "rakap" sering digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan gerakan yang perlahan-lahan. Misalnya, "Dia berjalan dengan sangat perlahan-lahan, rakap-rakap, agar tidak terjatuh." atau "Anak itu berusaha untuk belajar berjalan, tetapi masih banyak yang harus dilakukan sebelum dia bisa berjalan dengan lancar dan tidak rakap-rakap lagi." Atau, "Dia menggunakan gerakan rakap-rakap untuk mencapai bantal yang terletak di atas meja." Kata "rakap" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam berbagai kalimat, "Dia menggunakan gerakan rakap-rakap untuk menghemat energi dan tidak terlalu lelah." atau "Rakap-rakap, dia mencapai puncak bukit dengan sangat perlahan-lahan." Dalam budaya Indonesia, kata "rakap" juga digunakan dalam berbagai kalimat untuk menggambarkan gerakan yang lambat dan perlahan-lahan, seperti dalam lagu-lagu tradisional atau dalam cerita rakyat.