Arti Kata "punguk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "punguk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

punguk

pu·nguk Mk, se·pu·nguk n segenggam (beras)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "punguk"

๐Ÿ“ Contoh Penggunaan kata "punguk" dalam Kalimat

1.Pertanian Desa membuka pelatihan untuk meningkatkan produktivitas punguk padi mereka.
2.Dalam tradisi masyarakat, punguk beras diberikan sebagai hadiah kepada tamu kehormatan.
3.Sebagai contoh, punguk beras yang diberikan oleh sang ibu menunjukkan kasih sayangnya.
4.Di pasar tradisional, pedagang menjual punguk beras dengan harga yang terjangkau.
5.Pengusaha mulai mengembangkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas punguk padi dengan efisiensi tinggi.

๐Ÿ“š Artikel terkait kata "punguk"

Mengenal Kata 'punguk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Punguk" - Nilai Tradisional dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "punguk" adalah salah satu kata yang tidak biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, maknanya yang unik dan nilai tradisionalnya masih relevan dalam kehidupan modern. Dalam arti resmi, punguk (puยทnguk Mk, seยทpuยทnguk n segenggam (beras)) merujuk pada segenggam beras yang biasanya digunakan sebagai satuan pengukuran. Dalam konteks historis, punguk memiliki makna yang lebih luas sebagai unit pengukuran dan satuan harga. Pada zaman dulu, punguk sering digunakan untuk mengukur jumlah beras yang diproduksi, dijual, atau dibeli. Hal ini menunjukkan bahwa punguk memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat tradisional Indonesia. Berikut beberapa contoh penggunaan punguk dalam kalimat yang alami: - "Penjual beras menawarkan punguk beras kualitas tinggi dengan harga yang masuk akal." - "Pengukuran beras yang digunakan adalah punguk untuk memastikan keakuratan hasil pengukuran." - "Di pasar tradisional, masih banyak pedagang yang menjual beras dengan satuan punguk." Kata punguk masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks budaya Indonesia modern. Banyak masyarakat yang masih menggunakan punguk sebagai satuan pengukuran dan harga untuk beras. Selain itu, punguk juga menjadi simbol nilai tradisional dan keaslian Indonesia. Dengan demikian, punguk tetap memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.