Arti Kata "protasis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "protasis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

protasis

pro·ta·sis n Sas eksposisi; paparan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "protasis"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "protasis" dalam Kalimat

1.Dalam persidangan, hakim memutuskan hukuman setelah melaksanakan protasis untuk memastikan keadilan.
2.Pengadilan akan menetapkan protasis untuk menangguhkan putusan hukum jika terdapat kekurangan bukti.
3.Dalam keseharian, kita harus menyesuaikan diri dengan protasis cuaca yang mengubah secara mendadak.
4.Dalam novel karya pengarang terkenal, protasis konflik antar karakter menimbulkan perubahan dramatis pada cerita.
5.Pada saat menerima mahasiswa baru, dosen memberikan protasis untuk memahami mata kuliah yang akan diambil.

πŸ“š Artikel terkait kata "protasis"

Mengenal Kata 'protasis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "protasis" - Struktur Utama Hukum Logika

Kata "protasis" memiliki arti resmi sebagai "proΒ·taΒ·sis n Sas eksposisi; paparan". Dalam konteks historis, kata ini berasal dari bahasa Yunani, yaitu "παράσις" (parasis), yang berarti "paparan" atau "eksposisi". Dalam logika, kata protasis digunakan untuk mengidentifikasi bagian pertama dari sebuah hukum logika, yang membentuk dasar atau kondisi untuk sebuah kesimpulan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata protasis sering digunakan dalam kalimat yang alami. Contohnya, "Jika cuaca cerah hari ini, kami akan bermain sepak bola di lapangan" (protasis: "Jika cuaca cerah"). Dalam kalimat ini, protasis merupakan kondisi yang harus dipenuhi sebelum kegiatan sepak bola dapat dilakukan. Contoh lain adalah "Jika kamu belajar keras, kamu akan lulus ujian" (protasis: "Jika kamu belajar keras"). Dalam kalimat ini, protasis merupakan syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dalam budaya Indonesia modern, kata protasis memiliki relevansi yang signifikan dalam komunikasi dan keputusan. Dalam berbicara atau menulis, kita sering menggunakan protasis untuk mengungkapkan kondisi atau syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan sesuatu. Dengan demikian, protasis membantu kita dalam membuat keputusan yang lebih tepat dan menghindari kesalahan.