Arti Kata "pengkhianat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pengkhianat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pengkhianat

peng.khi.a.nat Nomina (kata benda) orang yang khianat; orang yang tidak setia kepada negara atau teman sendiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pengkhianat"

📝 Contoh Penggunaan kata "pengkhianat" dalam Kalimat

1.pengkhianat yang telah melakukan kejahatan ini akan dipenjarakan dan diadili oleh pengadilan.
2.Pemerintah telah mengumumkan bahwa pengkhianat akan dihukum dengan hukuman yang keras.
3.Pada zaman dahulu, pengkhianat sering digambarkan sebagai sosok yang tidak dapat dipercaya.
4.Dalam sejarah, ada beberapa contoh pengkhianat yang telah mengubah jalannya perang besar.
5.Para siswa harus belajar tentang makna pengkhianat dan dampaknya pada masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "pengkhianat"

Mengenal Kata 'pengkhianat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pengkhianat" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, kata "pengkhianat" memiliki makna yang cukup dalam, yaitu orang yang khianat atau tidak setia kepada negara atau teman sendiri. Konsep ini memiliki latar belakang historis yang panjang, terutama dalam konteks perang dan konflik politik. Dalam sejarah, ada banyak contoh pengkhianat yang telah melakukan tindakan-tindakan berbahaya yang merugikan negara atau komunitasnya. Namun, dalam konteks modern, kata "pengkhianat" tidak hanya digunakan dalam konteks politik, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana? Pengkhianat dalam hubungan asmara? Ataukah pengkhianat dalam kerja sama bisnis? Meskipun tidak ada definisi resmi yang jelas tentang pengkhianat dalam konteks ini, namun konsep dasarnya masih sama: tidak setia atau tidak menjaga komitmen. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menggunakan kata "pengkhianat" untuk menggambarkan orang yang tidak menjaga komitmen atau tidak setia dalam hubungan atau kerja sama. Contoh-contoh ini dapat dilihat dalam berbagai aspek kehidupan, seperti hubungan asmara, kerja sama bisnis, atau bahkan dalam lingkungan masyarakat. Dalam semua kasus ini, kata "pengkhianat" digunakan untuk menggambarkan kejahatan atau tindakan-tindakan yang tidak pantas. Dalam budaya Indonesia modern, konsep pengkhianat masih sangat relevan. Kita sering melihat pelanggaran komitmen dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam hubungan asmara, kerja sama bisnis, atau bahkan dalam lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjaga komitmen dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat dianggap sebagai pengkhianat.