Arti Kata "pancit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pancit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pancit

pan·cit v, me·man·cit v memancur (menyemprot) sedikit demi sedikit;
me·man·cit-man·cit·kan v memercik-mercikkan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pancit"

📝 Contoh Penggunaan kata "pancit" dalam Kalimat

1.Siswa-siswa di sekolah mengamati fenomena pancit di atmosfer dan mengerti bagaimana prosesnya terjadi.
2.Di pertanian, petani menggunakan pancit untuk menyemprotkan pupuk pada tanaman sayuran.
3.Ibu memancurkan pancit pada daun-daun sayuran di kebun supaya tumbuh sehat dan kuat.
4.Dalam proses produksi, industri kimia melakukan pancit-man-citkan untuk memercik-mercikkan cairan kimia ke dalam wadah.
5.Di pagelaran seni, seorang penari menari dengan gerakan yang lembut dan lancar, seperti pancit di udara.

📚 Artikel terkait kata "pancit"

Mengenal Kata 'pancit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "pancit" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "pancit" dalam Bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat luas dan menarik. Menurut KBBI, pancit merupakan kata bermakna "memancur (menyemprot) sedikit demi sedikit" atau "memercik-mercikkan". Kata ini telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sejak zaman kolonial, ketika penggunaan bahasa daerah dan bahasa Belanda masih sangat dominan. Penggunaan kata pancit dapat ditemukan dalam berbagai konteks sosial dan budaya. Misalnya, kita dapat melihat contoh kalimat seperti: "Dia pancit air ke wajahku agar aku terasa lebih segar." Atau, "Kita harus pancit-pancit minyak ke mesin mobil agar tidak bermasalah." Kata pancit juga memiliki relevansi yang kuat dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, dalam beberapa budaya, pancit dapat menjadi simbol kehidupan yang sederhana dan alami. Dalam konteks ini, pancit tidak hanya berarti menyemprot air atau minyak, tetapi juga berarti menghargai keindahan dan kelestarian alam. Dalam budaya Indonesia modern, kata pancit masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks kebudayaan, pancit dapat menjadi simbol kehidupan yang sederhana dan alami. Dalam konteks sosial, pancit dapat digunakan sebagai simbol kebersamaan dan kebersahajaan.