Arti Kata "pamrih" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pamrih" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pamrih

pam·rih n maksud yg tersembunyi dl memenuhi keinginan untuk memperoleh keuntungan pribadi: mereka berjuang tanpa --;
ke·pam·rih·an n kepentingan khusus yg ingin dikejar untuk diri sendiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pamrih"

📝 Contoh Penggunaan kata "pamrih" dalam Kalimat

1.Pekerja yang bekerja tanpa pamrih untuk organisasinya sangat dihargai oleh masyarakat.
2.Saya sangat menghargai bantuan teman saya yang memberikan tanpa pamrih.
3.Kerja sama antara pemerintah dan LSM harus dilakukan tanpa pamrih untuk mencapai tujuan bersama.
4.Pengusaha sukses yang bekerja tanpa pamrih sering menjadi inspirasi bagi masyarakat.
5.Pendidikan yang berkualitas harus diutamakan tanpa pamrih untuk keuntungan pribadi.

📚 Artikel terkait kata "pamrih"

Mengenal Kata 'pamrih' - Inspirasi dan Motivasi

Pamrih: Maksud Tersembunyi di Balik Ambisi

Dalam bahasa Indonesia, kata pamrih memiliki makna yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Secara resmi, pamrih adalah maksud atau tujuan yang tersembunyi di balik ambisi seseorang untuk memperoleh keuntungan pribadi. Sejarahnya, kata ini muncul dalam konteks sosial di mana orang-orang berjuang dengan niat yang tidak jelas, tidak hanya untuk kepentingan umum, tetapi juga untuk memenuhi keinginan pribadi mereka. Dalam kehidupan sehari-hari, kata pamrih sering digunakan untuk menggambarkan niat seorang individu yang tidak sepenuhnya jujur. Misalnya, "Dia berjuang menjadi pemimpin, tetapi sebenarnya pamrih-nya adalah untuk memperoleh kekuasaan dan kemewahan." Atau, "Dia menawarkan bantuan, tetapi pamrih-nya adalah untuk memperoleh simpati dan perhatian orang lain." Contoh lainnya adalah, "Dia mengatakan bahwa dia berjuang untuk keadilan, tetapi pamrih-nya adalah untuk memenuhi ambisinya sendiri." Dalam budaya Indonesia modern, konsep pamrih masih sangat relevan. Banyak orang yang berjuang untuk mencapai kesuksesan, tetapi tidak sepenuhnya jujur tentang niat mereka. Mereka mungkin berpura-pura untuk membantu orang lain, tetapi sebenarnya pamrih-nya adalah untuk memperoleh keuntungan pribadi. Oleh karena itu, penting untuk selalu waspada dan tidak terjebak dalam kebohongan diri sendiri.