Arti Kata "pacai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "pacai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

pacai

pa·cai n serbuk cendana (msl setanggi) yg sering ditaburkan pd kain kafan (kain pembungkus mayat)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "pacai"

📝 Contoh Penggunaan kata "pacai" dalam Kalimat

1.Penguburan mayat dilakukan dengan cara yang adil dan hormat, termasuk penaburan pa·cai pada kain kafan.
2.Di pasar tradisional, penjual menjual pa·cai sebagai bahan pembuatan parfum alami.
3.Pada hari pernikahan, pasangan muda menabur pa·cai pada kain pengantin sebagai simbol kesucian.
4.Dalam pelajaran sejarah, murid diajarkan tentang penggunaan pa·cai dalam kebudayaan masyarakat lama.
5.Dokter memberikan resep obat yang berbentuk pa·cai untuk digunakan sebagai pengobatan alami pada kulit yang kering.

📚 Artikel terkait kata "pacai"

Mengenal Kata 'pacai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Pacai": Tradisi dan Makna

Pacai merupakan kata yang memiliki makna penting dalam konteks kebudayaan dan agama Islam di Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, pacai didefinisikan sebagai serbuk cendana atau setanggi yang sering ditaburkan pada kain kafan atau kain pembungkus mayat. Pacai ini memiliki peran yang penting dalam tradisi penguburan mayat di Indonesia, terutama dalam upacara penguburan Islam. Pacai digunakan sebagai bahan taburan pada kain kafan sebagai simbol keselamatan dan kehormatan bagi mayat yang akan dikuburkan. Dalam prakteknya, pacai ditaburkan pada kain kafan oleh ahli waris atau keluarga mayat sebagai tanda penghormatan dan peringatan. Pacai juga sering digunakan dalam upacara penguburan lainnya, seperti penguburan tradisional atau penguburan di tengah laut. Dalam kehidupan sehari-hari, pacai juga memiliki makna yang lebih luas. Dalam konteks keagamaan, pacai digunakan sebagai simbol kehormatan dan keselamatan bagi para peziarah atau para yang berziarah ke makam nabi. Selain itu, pacai juga digunakan sebagai bahan taburan pada kain-kain lainnya, seperti kain pembungkus hadiah atau kain pembungkus buah. Dalam budaya Indonesia modern, pacai masih memiliki peran yang penting. Banyak masyarakat Indonesia yang masih menjaga tradisi penggunaan pacai dalam upacara penguburan dan kegiatan keagamaan lainnya. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan pacai juga telah digunakan dalam konteks lain, seperti dalam upacara pernikahan atau upacara lainnya yang berkaitan dengan kehidupan sosial dan budaya.