Arti Kata "ortodoksi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ortodoksi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ortodoksi

or·to·dok·si n ketaatan kpd peraturan dan ajaran resmi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ortodoksi"

📝 Contoh Penggunaan kata "ortodoksi" dalam Kalimat

1.Pemimpin gereja menekankan pentingnya tetap berada dalam ortodoksi untuk menghindari kesesatan.
2.Dia selalu mengikuti ortodoksi dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara berpakaian hingga cara berbicara.
3.Dalam konteks sejarah, ortodoksi Kristen dipercaya telah mempengaruhi perkembangan seni dan arsitektur.
4.Pendidik harus menanamkan ortodoksi akademis pada siswa agar mereka dapat memahami konsep-konsep ilmiah dengan benar.
5.Masyarakat yang memiliki ortodoksi yang kuat dalam agama dan budaya cenderung memiliki identitas yang lebih kuat.

📚 Artikel terkait kata "ortodoksi"

Mengenal Kata 'ortodoksi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ortodoksi" - Ketaatan dan Ajaran Resmi

Dalam bahasa Indonesia, kata ortodoksi memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu ketaatan kepada peraturan dan ajaran resmi. Namun, sebelum kita memahami definisi ini, mari kita simak konteks historis dan sosial di mana kata ini berasal. Kata ortodoksi berasal dari bahasa Yunani, yaitu "orthos" yang berarti "benar" dan "doxa" yang berarti "pendapat" atau "ajaran". Dalam sejarah, kata ini digunakan untuk menggambarkan ajaran resmi dari Gereja Ortodoks Timur, yang berbeda dengan Gereja Katolik Roma.

Contoh Penggunaan Ortodoksi dalam Kalimat

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata ortodoksi dalam konteks yang berbeda-beda. Misalnya, "Dia mengikuti ortodoksi agama nenek moyangnya", artinya dia mengikuti ajaran resmi agama tersebut. Atau, "Perusahaan tersebut harus mengikuti ortodoksi keamanan di tempat kerja", artinya perusahaan tersebut harus mengikuti standar keamanan yang telah ditetapkan. Contoh lainnya, "Dia tidak setuju dengan ortodoksi yang diterapkan oleh pihak berwenang", artinya dia tidak setuju dengan kebijakan atau ajaran resmi yang diterapkan oleh pihak berwenang.

Relevansi Ortodoksi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, ortodoksi memiliki relevansi yang tinggi. Banyak organisasi, perusahaan, dan bahkan pemerintah memiliki ortodoksi yang harus diikuti oleh anggota atau pegawai mereka. Dalam konteks sosial, ortodoksi juga dapat digunakan untuk menggambarkan ketaatan kepada norma dan nilai-nilai masyarakat. Dalam budaya Indonesia modern, ortodoksi dapat dilihat dalam bentuk ketaatan kepada aturan dan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah atau lembaga lainnya.