Arti Kata "nihilisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nihilisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nihilisme

ni·hil·is·me n paham aliran filsafat sosial yg tidak mengakui nilai-nilai kesusilaan, kemanusiaan, keindahan, dsb, juga segala bentuk kekuasaan pemerintahan, semua orang berhak mengikuti kemauannya sendiri

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nihilisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "nihilisme" dalam Kalimat

1.Paham nihilisme telah mempengaruhi banyak filsuf modern.
2.Masyarakat modern seringkali menghadapi tantangan menghadapi nihilisme dalam kehidupan sehari-hari.
3.Filsuf Friedrich Nietzsche sering dianggap sebagai pendiri paham nihilisme.
4.Dalam novel "Malam yang Sungguh Gelap" karya Albert Camus, nihilisme menjadi tema sentral.
5.Dalam konteks pendidikan, nihilisme seringkali dianggap sebagai konsep yang bertentangan dengan nilai-nilai kesusilaan.

📚 Artikel terkait kata "nihilisme"

Mengenal Kata 'nihilisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Nihilisme" - Paham yang Menantang Nilai-nilai Kemanusiaan

Definisi dan Konteks Historis

Nihilisme adalah sebuah paham aliran filsafat sosial yang tidak mengakui nilai-nilai kesusilaan, kemanusiaan, keindahan, dan lain-lain. Dalam konteks historis, nihilisme lahir sebagai reaksi terhadap kegagalan filsafat tradisional dalam menjawab pertanyaan tentang makna hidup dan tujuan manusia. Paham ini ditemukan oleh berbagai filsuf seperti Friedrich Nietzsche, Arthur Schopenhauer, dan Fyodor Dostoevsky, yang mencoba untuk menggugat nilai-nilai tradisional dan mencari jawaban tentang eksistensi manusia.

Contoh Penggunaan Kata "Nihilisme"

Nihilisme seringkali dikaitkan dengan keadaan di mana orang-orang tidak lagi memiliki tujuan atau nilai-nilai yang jelas. Misalnya, "Pemimpin yang mengatakan bahwa 'setiap orang bebas untuk mengikuti kemauannya sendiri' memang mengajarkan nihilisme yang ekstrem." Dalam konteks lain, "Filosof yang mengatakan bahwa 'kehidupan tidak memiliki makna' juga dapat dikategorikan sebagai pendukung nihilisme."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, nihilisme dapat dilihat dalam berbagai bentuk. Misalnya, perubahan nilai-nilai sosial yang pesat, seperti perubahan norma dan etika dalam masyarakat modern, dapat memicu perasaan nihilisme di kalangan masyarakat. Selain itu, fenomena seperti individualisme dan hedonisme juga dapat dikaitkan dengan nihilisme, karena orang-orang semakin fokus pada kepentingan diri sendiri dan tidak lagi peduli dengan nilai-nilai sosial yang lebih luas.