Arti Kata "nendatan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "nendatan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

nendatan

nen·da·tan /néndatan/ n gerakan tanah yg terjadi krn mirosot, berbentuk gumpalan, tanpa terlepas dr ikatannya; longsor

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "nendatan"

📝 Contoh Penggunaan kata "nendatan" dalam Kalimat

1.Selama musim hujan, banyak daerah rawan bencana longsor akibat nendatan.
2.Pengendalian tanah di daerah lereng harus dilakukan untuk mengurangi risiko nendatan.
3.Kondisi cuaca ekstrem dapat menyebabkan nendatan dan longsor di daerah pegunungan.
4.nendatan di daerah lereng bukit dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur jalan.
5.Kegiatan konstruksi di daerah rawan nendatan harus dilakukan dengan hati-hati dan memperhatikan kondisi tanah.

📚 Artikel terkait kata "nendatan"

Mengenal Kata 'nendatan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "nendatan" dalam Bahasa Indonesia

Kata "nendatan" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia, khususnya dalam konteks geologi. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan gerakan tanah yang terjadi karena mirosot, berbentuk gumpalan, dan tanpa terlepas dari ikatannya. Dalam istilah geologi, nendatan biasanya disebut sebagai longsor, yang merupakan fenomena alam yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada lingkungan dan infrastruktur. Dalam sejarah, kata nendatan telah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sosial, kata ini sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti dalam penelitian geologi, teknik sipil, dan bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, "daerah tersebut telah mengalami nendatan yang parah akibat hujan deras beberapa hari lalu," atau "pembangunan jalan tersebut harus dilakukan dengan hati-hati karena ada potensi nendatan di area tersebut." Nendatan bukanlah fenomena yang hanya terjadi di daerah tertentu, melainkan dapat terjadi di berbagai tempat di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami dan mengenali gejala nendatan agar dapat mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghindari bahaya yang dapat timbul. Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat contoh nendatan dalam bentuk longsor yang terjadi di lereng bukit atau gunung, yang dapat menyebabkan kerusakan besar pada lingkungan dan infrastruktur.