Arti Kata "naik takhta" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "naik takhta" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

naik takhta

(dinobatkan) menjadi raja

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "naik takhta"

📝 Contoh Penggunaan kata "naik takhta" dalam Kalimat

1.Dalam upacara resmi, Raja Salman naik takhta sebagai penguasa baru.
2.Pada tahun 1945, Presiden Soekarno naik takhta dan memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
3.Saat itu, sang raja naik takhta dan bersumpah untuk melindungi rakyatnya.
4.Sejarah mencatat bahwa Raja Ashoka naik takhta pada usia muda dan kemudian menjadi raja yang bijaksana.
5.Dalam cerita rakyat, seorang pemuda naik takhta menjadi raja dengan bantuan seekor harimau yang bijaksana.

📚 Artikel terkait kata "naik takhta"

Mengenal Kata 'naik takhta' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Naik Takhta" - Dinobatkan Menjadi Raja di Masa Lampau

Dalam sejarah dunia, terutama di Eropa dan Timur Tengah, ada tradisi kuno yang melibatkan **naik takhta**, yaitu proses di mana seseorang diangkat menjadi raja atau penguasa tertinggi. Istilah ini biasanya terkait dengan kekuasaan, kekuatan, dan legitimasi penguasa. Dalam konteks ini, **naik takhta** tidak hanya berarti perubahan status sosial, tetapi juga perubahan status politik dan kekuasaan. Dalam kalimat alami, **naik takhta** sering digunakan dalam konteks sejarah. Contoh, pada abad ke-13, Putra Prancis, Louis IX, **naik takhta** dan menjadi raja Prancis. Pada abad ke-16, Raja Spanyol, Philip II, **naik takhta** dan menaklukkan banyak wilayah di Amerika Selatan. Contoh lainnya, pada abad ke-19, Raja Inggris, Victoria, **naik takhta** pada usia 18 tahun dan menjadi raja Inggris terlama dalam sejarah. Dalam kehidupan sehari-hari, **naik takhta** tidak lagi terkait dengan kekuasaan politik, tetapi lebih terkait dengan keberhasilan dan prestasi. Dalam konteks ini, **naik takhta** dapat digunakan sebagai motivasi untuk mencapai tujuan atau cita-cita. Misalnya, seseorang yang baru saja lulus kuliah dan **naik takhta** sebagai lulusan terbaik dapat dianggap sebagai contoh keberhasilan yang patut ditiru. Dalam budaya Indonesia modern, **naik takhta** lebih terkait dengan keberhasilan pribadi, seperti **naik takhta** sebagai atlet, **naik takhta** sebagai pebisnis, atau **naik takhta** sebagai orang sukses. Dalam konteks ini, **naik takhta** dapat menjadi inspirasi bagi orang-orang untuk berusaha dan mencapai keberhasilan.