Arti Kata "mahabah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mahabah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mahabah

ma·ha·bah 1 n perasaan kasih sayang; 2 v Tas lupa akan kepentingan diri sendiri krn mendahulukan cintanya kpd Allah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mahabah"

📝 Contoh Penggunaan kata "mahabah" dalam Kalimat

1.mahabah dan kepedulian adalah prinsip dasar dalam menjalankan amal sosial, sehingga mereka berusaha membantu masyarakat yang membutuhkan.
2.Ibu mahabah itu selalu berbagi makanan kepada anak yatim di sekitar rumahnya.
3.Pendidikan karakter yang penuh dengan mahabah sangat diperlukan bagi generasi muda untuk menjadi manusia yang lebih baik.
4.Sejak kecil, dia telah terdidik untuk selalu menunjukkan mahabah kepada orang lain, terutama orang yang lemah.
5.Mereka yang mahabah dan memiliki hati yang penuh kasih sayang akan selalu menemukan kebahagiaan dalam hidup mereka.

📚 Artikel terkait kata "mahabah"

Mengenal Kata 'mahabah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mahabah" - Inspirasi Hidup yang Abadi

Kata "mahabah" seringkali digunakan dalam konteks spiritual dan moral, terutama dalam agama Islam. Secara umum, mahabah dapat diartikan sebagai perasaan kasih sayang atau cinta yang mendalam. Dalam konteks sejarah, kata ini seringkali digunakan untuk menggambarkan sifat para rasul dan ulama yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam. Mereka memiliki mahabah yang mendalam kepada Allah dan kepada umatnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata mahabah juga dapat digunakan untuk menggambarkan sifat seseorang yang memiliki perasaan kasih sayang yang mendalam terhadap orang lain. Misalnya, "Ibu memiliki mahabah yang luar biasa kepada anaknya," atau "Dia menerima dengan lapang dada karena memiliki mahabah yang mendalam kepada Allah." Dalam kalimat lain, "Dia memiliki mahabah yang besar terhadap keluarganya, sehingga dia selalu bersedia membantu mereka." Kata mahabah juga memiliki arti lain, yaitu tas lupa akan kepentingan diri sendiri karena mendahulukan cintanya kepada Allah. Dalam kehidupan modern, konsep ini sangat relevan karena banyak orang yang merasa terlalu fokus pada kepentingan diri sendiri dan lupa akan kebutuhan orang lain. Mereka perlu memiliki mahabah yang mendalam untuk dapat memprioritaskan kebutuhan orang lain dan meningkatkan kualitas hidup bersama-sama.