Arti Kata "kulat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kulat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kulat

ku·lat n cendawan (banyak macamnya spt -- kayu, -- padang); jamur;
ber·ku·lat v dilekati kulat; ada kulatnya; bercendawan: nasi itu sudah ~ , jangan dimakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kulat"

📝 Contoh Penggunaan kata "kulat" dalam Kalimat

1.Masyarakat perlu berhati-hati ketika membeli daging sapi karena kulat dapat menyebabkan keracunan.
2.Dalam proses pengolahan kayu, perlu dilakukan pembersihan dari kulat yang dapat menyebabkan kegagalan.
3.Pada musim hujan, padang rumput tampaknya berkulat akibat hujan yang terus-menerus.
4.Sebagai mahasiswa, kamu perlu memahami konsep biologi tentang reproduksi dan pertumbuhan jamur atau kulat.
5.Karena ada kulat di dalam nasi, jangan dimakan lagi karena dapat menyebabkan penyakit.

📚 Artikel terkait kata "kulat"

Mengenal Kata 'kulat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kulat" dalam Bahasa Indonesia - Makna dan Kaitannya dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kulat" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang luas, mencakup cendawan, jamur, dan makhluk lainnya yang memiliki sifat serupa. Dalam konteks sejarah, kata "kulat" telah digunakan oleh masyarakat Indonesia sejak jaman dahulu kala, terutama dalam konteks pertanian dan perkebunan. Masyarakat dahulu kala mengenal cendawan sebagai salah satu musuh utama tanaman, sehingga mereka sering menggunakan kata "kulat" untuk menggambarkan cendawan yang membusuk tanaman. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kulat" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika Anda memasak nasi, Anda harus memastikan bahwa nasi tidak terkontaminasi oleh cendawan, sehingga Anda dapat mengatakan bahwa nasi itu sudah kulat dan tidak boleh dimakan. Selain itu, kata "kulat" juga digunakan dalam konteks pertanian, seperti ketika Anda mengamati tanaman yang terinfeksi oleh cendawan, Anda dapat mengatakan bahwa tanaman itu berkulat. Dalam budaya Indonesia modern, kata "kulat" juga memiliki makna yang lebih luas, seperti ketika Anda mengatakan bahwa seseorang itu berkulat dalam arti bahwa mereka memiliki sifat yang tidak baik atau tidak etis. Dalam konteks ini, kata "kulat" digunakan sebagai perbandingan dengan cendawan yang membusuk tanaman, sehingga dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat yang tidak diinginkan. Dengan demikian, kata "kulat" memiliki makna yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari.