Arti Kata "kepecong" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kepecong" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kepecong

ke·pe·cong /kepécong/ a kesemutan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kepecong"

📝 Contoh Penggunaan kata "kepecong" dalam Kalimat

1.Setelah beberapa jam berada di tempat duduk yang terlalu sempit, aku merasa kepecong di kaki.
2.Pada musim panas, kulitmu mungkin akan mengalami kepecong akibat paparan sinar matahari langsung.
3.Sejak itu, ia selalu mengenakan celana panjang untuk menghindari kepecong saat bermain di bawah sinar matahari.
4.Penggunaan krim atau balsem dapat membantu mengurangi kepecong pada kulit.
5.Setelah melakukan olahraga, pastikan untuk melembabkan kulit agar menghindari kepecong dan gatal-gatal.

📚 Artikel terkait kata "kepecong"

Mengenal Kata 'kepecong' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kepecong" - Inspirasi dari Kesemutan yang Nyata

Kata "kepecong" sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan kesemutan yang muncul pada bagian tubuh tertentu. Namun, apakah Anda tahu bahwa kata ini memiliki makna yang lebih dalam dan kompleks? Sejarah kata "kepecong" sendiri telah berkembang seiring waktu, terutama dalam konteks budaya dan sosial Indonesia. Dalam bahasa Indonesia, kata "kepecong" berasal dari kata "ke-+" dan "pecong", yang memiliki arti kesemutan. Kata ini pertama kali digunakan pada abad ke-19 dan telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia sejak saat itu. Dalam konteks budaya, kata "kepecong" sering digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak nyaman atau tidak enak.

Penggunaan Kata "kepecong" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "kepecong" dalam kalimat yang alami: * Setelah mengalami cedera, aku merasa kesemutan yang tidak nyaman di bagian punggung saya, yaitu kepecong. * Aku tidak bisa tidur karena merasa kepecong di kaki saya. * Setelah beberapa hari, kesemutan di tubuhku mulai kepecong dan berkurang. Kata "kepecong" memiliki hubungan yang erat dengan perasaan dan pengalaman manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak nyaman atau tidak enak, seperti kesemutan atau rasa tidak enak.

Relevansi Kata "kepecong" dalam Budaya Indonesia Modern

Dalam budaya Indonesia modern, kata "kepecong" masih digunakan dengan makna yang sama, yaitu kesemutan. Namun, kata ini juga telah berkembang menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang lebih kompleks. Dalam konteks budaya, kata "kepecong" sering digunakan untuk menggambarkan perasaan yang tidak nyaman atau tidak enak, seperti kesemutan atau rasa tidak enak. Dengan demikian, kata "kepecong" telah menjadi bagian dari bahasa Indonesia yang lebih kompleks dan memiliki makna yang lebih dalam. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini masih digunakan dengan makna yang sama, yaitu kesemutan.