Arti Kata "keparat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keparat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keparat

1ke·pa·rat n 1 kafir; tidak bertuhan; 2 kas bangsat; jahanam; terkutuk (kata makian): engkau ini anak --

2ke·pa·rat ? kafarat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keparat"

📝 Contoh Penggunaan kata "keparat" dalam Kalimat

1.Orang yang tidak bertuhan sering dianggap keparat oleh masyarakat.
2.Di dalam novel, tokoh utama yang tidak percaya Tuhan disebut sebagai seorang keparat.
3.Pengajar berusaha mengajarkan anak didiknya tentang pentingnya beragama dan tidak menjadi keparat.
4.Dalam bahasa Arab, kata "kafir" memiliki makna yang sama dengan "keparat" dalam bahasa Indonesia.
5.keparat adalah istilah yang sering digunakan oleh masyarakat untuk menggambarkan orang yang tidak taat agama.

📚 Artikel terkait kata "keparat"

Mengenal Kata 'keparat' - Inspirasi dan Motivasi

Kata "Keparat" dalam Bahasa Indonesia: Makna dan Konteksnya

Kata "keparat" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat kompleks dan memiliki konteks historis yang menarik. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang tidak bertuhan atau tidak mengikuti ajaran agama. Dalam konteks sejarah, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan musuh-musuh agama Islam di masa lalu, seperti bangsa-bangsa non-Islam yang menyerang dan menginvasi wilayah Islam. Namun, dalam konteks modern, kata "keparat" juga digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bertindak tidak pantas atau tidak bertanggung jawab. Dalam kalimat, kata ini dapat digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang merugikan orang lain atau mengganggu ketertiban. Contoh penggunaan kata "keparat" dalam kalimat alami adalah: "Dia disebut anak keparat karena selalu mengganggu teman-temannya." atau "Dia adalah seorang keparat yang tidak pernah membayar utangnya." Kata ini juga dapat digunakan dalam kalimat yang lebih formal, seperti dalam konteks hukum atau agama. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "keparat" masih sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Namun, perlu diingat bahwa kata ini memiliki makna yang sangat negatif dan dapat menyebabkan perasaan tidak nyaman bagi orang lain. Oleh karena itu, perlu diingat untuk menggunakan kata ini dengan bijak dan tidak menyinggung perasaan orang lain. Dalam budaya Indonesia modern, kata "keparat" masih merupakan bagian dari bahasa sehari-hari, tetapi perlu diingat untuk menggunakan kata ini dengan hati-hati dan tidak menimbulkan konflik. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "keparat" memiliki makna yang kompleks dan memiliki konteks historis yang menarik. Dalam kehidupan sehari-hari, kata ini masih digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi perlu diingat untuk menggunakan kata ini dengan bijak dan tidak menyinggung perasaan orang lain.