Arti Kata "keloyak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keloyak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keloyak

ke·lo·yak v, ber·ke·lo·yak v hilang atau lepas kulitnya; mengelupas;
ter·ke·lo·yak v terkelupas kulitnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keloyak"

📝 Contoh Penggunaan kata "keloyak" dalam Kalimat

1.Kulitnya mulai kehilangan warna dan terkelupas karena terpapar sinar matahari langsung.
2.Pada tahap akhir, produk tersebut akan terkelupas dan meninggalkan residu yang dapat dihilangkan dengan air.
3.Ketika saya mandi dengan sabun, kulitku terasa perih dan mulai kehilangan lemak alami.
4.Pohon kayu yang terlalu lama terpapar hujan deras mulai mengelupas kulitnya dan menunjukkan kerusakan internal.
5.Kulit buah yang terlalu matang dan terpapar panas akan terkelupas dan menunjukkan bekas-bekas yang tidak diinginkan.

📚 Artikel terkait kata "keloyak"

Mengenal Kata 'keloyak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keloyak" - Makna dan Contoh Penggunaan

Kata keloyak seringkali digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menggambarkan kondisi kulit yang terkelupas atau mengelupas. Namun, makna ini belum sepenuhnya mencerminkan konotasi dan penggunaan yang lebih kompleks dari kata ini dalam konteks historis dan sosial. Berbicara tentang keloyak, kata ini memiliki latar belakang yang khas dengan budaya Indonesia. Dalam beberapa abad lalu, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses mengelupas kulit, terutama pada kulit buah atau sayuran yang sudah matang. Proses ini disebut keloyak karena kulit yang mengelupas membentuk semacam lapisan tipis yang dapat dilepas dengan mudah. Contoh penggunaan kata keloyak dalam kalimat yang alami dapat kita lihat dalam beberapa contoh berikut: - Biji buah kelapa keloyak setelah dipanen. - Kulit pisang keloyak setelah dipanaskan dalam oven. - Bunga mawar keloyak setelah beberapa hari di air. Dalam kehidupan sehari-hari, kata keloyak masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, ketika kita mengalami kulit yang terkelupas karena iritasi atau reaksi alergi, kita dapat mengatakan kulit kita keloyak. Selain itu, kata ini juga digunakan dalam konteks budaya dan tradisional, seperti pada proses pembuatan kerajinan tangan yang melibatkan bahan alami yang keloyak.