Arti Kata "kamarban" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kamarban" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kamarban

ka·mar·ban n ikat pinggang: permaisuri mengenakan -- bertatahkan manik mutu manikam

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kamarban"

📝 Contoh Penggunaan kata "kamarban" dalam Kalimat

1.Pada upacara pernikahan, permaisuri mengenakan kamarban bertatahkan manik mutu manikam.
2.Di museum, kamarban permaisuri kuno dipamerkan sebagai peninggalan budaya.
3.Pada pagelaran pertunjukan tradisional, penari mengenakan kamarban yang unik dan cantik.
4.Dalam pengajaran sejarah, guru menjelaskan tentang peran kamarban dalam kehidupan permaisuri.
5.Ibu saya mencari kamarban yang sesuai dengan busana adatnya untuk acara hari raya.

📚 Artikel terkait kata "kamarban"

Mengenal Kata 'kamarban' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kamarban" - Ikatan Pinggang Sejarah yang Menawan

Kata "kamarban" memiliki makna yang unik dan kaya dalam sejarah budaya Indonesia. Secara etimologis, kamarban diartikan sebagai ikat pinggang yang dikenakan oleh permaisuri atau istri raja. Ikat pinggang ini tidak hanya sebagai aksesoris, tetapi juga sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan. Dalam sejarah, kamarban seringkali disebutkan dalam konteks pernikahan dan kehidupan istana. Permaisuri yang mengenakan kamarban dianggap sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan dalam istana. Ikat pinggang ini juga seringkali dihiasi dengan manik-manik dan permata yang mewah, sehingga menambahkan keindahan dan keanggunan pada penampilan permaisuri. Contoh penggunaan kata "kamarban" dalam kalimat yang alami adalah: "Permaisuri mengenakan kamarban bertatahkan manik mutu manikam saat menghadiri upacara pernikahan putra sulungnya." Atau, "Dalam sejarah, kamarban dianggap sebagai simbol kekuasaan dan kehormatan bagi permaisuri dalam istana." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kamarban" tidak lagi digunakan secara langsung, tetapi gagasan dan simbolisasi yang terkait dengan kamarban masih tetap hidup dalam budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam upacara pernikahan modern, istri atau permaisuri yang mengenakan tas atau aksesori yang dihiasi dengan manik-manik ataupun permata, dapat diibaratkan sebagai penggambaran kamarban dalam konteks modern. Dengan demikian, gagasan tentang kamarban masih tetap hidup dan berkembang dalam budaya Indonesia modern.