Arti Kata "jumawa" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jumawa" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jumawa

ju·ma·wa ? jemawa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jumawa"

📝 Contoh Penggunaan kata "jumawa" dalam Kalimat

1.Dalam pengadilan, majelis hakim harus menetapkan hukum yang jumawa dan adil.
2.Dia merasa tidak terbiasa dengan istilah-istilah yang jemawa dan tidak biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
3.Pakar sastra mengatakan bahwa puisi itu memiliki bahasa yang jumawa dan indah, sehingga menarik perhatian pembaca.
4.Dalam konteks pendidikan, guru harus menjelaskan konsep yang jemawa dan sulit dipahami dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti.
5.Dia merasa bahwa hukum yang jumawa dan tidak adil membuat banyak orang merasa tidak puas dengan pemerintah.

📚 Artikel terkait kata "jumawa"

Mengenal Kata 'jumawa' - Inspirasi dan Motivasi

Jumawa: Makna, Contoh, dan Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata jumawa seringkali digunakan dalam konteks yang menyangkut tentang kehilangan atau kesepian. Dalam arti resmi, jumawa berarti orang yang kehilangan seseorang yang dicintainya, seperti suami atau istri. Istilah ini juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan orang yang merasa kesepian atau tidak memiliki orang yang dapat mendukungnya. Dalam sejarah, kata jumawa juga digunakan untuk menggambarkan keadaan suku-suku pedalaman di Indonesia yang rentan terhadap serangan perompak atau penjajah. Mereka seringkali kehilangan anggota keluarga atau saudara mereka, sehingga mereka merasa jumawa dan kesepian. Berikut beberapa contoh penggunaan kata jumawa dalam kalimat yang alami: * Ibu saya sangat jumawa setelah ayah saya meninggal. * Saya merasa jumawa karena tidak memiliki teman yang dapat mendengarkan saya. * Masyarakat jumawa ketika dihantui oleh penjajah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata jumawa masih relevan dalam beberapa aspek. Misalnya, dalam konteks psikologi, kata jumawa dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan orang yang merasa kesepian atau tidak memiliki tujuan hidup. Dalam konteks budaya, kata jumawa dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan masyarakat yang rentan terhadap kesepian atau kehilangan anggota keluarga. Dalam kesimpulan, kata jumawa memiliki makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dari arti resmi hingga kehidupan sehari-hari, kata jumawa masih relevan dalam beberapa aspek.