Arti Kata "jual mata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jual mata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jual mata

melihat ke sana-sini (padahal tidak perlu)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jual mata"

📝 Contoh Penggunaan kata "jual mata" dalam Kalimat

1.Dia selalu jual mata saat menunggu bus, seperti sedang menikmati pemandangan.
2.Pak guru terlihat jual mata saat mengamati siswa yang tidak sibuk belajar.
3.Rumah itu terlihat angker, tapi saya malah jual mata dan tidak berani masuk.
4.Dia meminta uang sambungan untuk menelpon yang tidak pernah ada, dan sibuk jual mata saat menunggu jawaban.
5.Kota ini terus berkembang, tapi ada beberapa orang yang seperti jual mata dan tidak melihat perubahan yang terjadi.

📚 Artikel terkait kata "jual mata"

Mengenal Kata 'jual mata' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Jual Mata" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jual mata" memiliki konotasi yang unik dan menarik dalam bahasa Indonesia. Pada awalnya, kata ini berasal dari bahasa Sunda yang berarti "melihat ke sana-sini (padahal tidak perlu)". Dalam konteks sosial, "jual mata" sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang terlalu banyak memperhatikan atau memperhatikan hal-hal yang tidak perlu. Dalam masyarakat modern, "jual mata" sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang yang terus-menerus memperhatikan kegiatan pasangan mungkin dikatakan "jualan mata" karena mereka terlalu banyak memperhatikan hal yang tidak perlu. Contoh lain, ketika seseorang terus-menerus memeriksa waktu dan mengkhawatirkan keterlambatan, mereka juga bisa dikatakan "jualan mata" karena mereka terlalu banyak memperhatikan hal yang tidak perlu. Dalam kehidupan sehari-hari, "jual mata" memiliki relevansi yang signifikan. Misalnya, dalam budaya Indonesia modern, seringkali kita melihat orang-orang yang terlalu banyak memperhatikan hal-hal yang tidak perlu. Mereka mungkin terus-menerus memeriksa smartphone mereka, memperhatikan kegiatan orang lain, atau mengkhawatirkan hal-hal yang tidak perlu. Dalam hal ini, "jual mata" bisa digunakan untuk menggambarkan perilaku tersebut sebagai perilaku yang tidak produktif dan dapat mengganggu keseimbangan hidup. Dengan memahami makna dan konteks dari "jual mata", kita dapat menghindari perilaku yang tidak perlu dan lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar penting. Oleh karena itu, jangan ragu untuk menggunakan kata "jual mata" dalam percakapan sehari-hari untuk menggambarkan perilaku yang tidak perlu.