Arti Kata "jaiz" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jaiz" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jaiz

ja·iz a Isl diizinkan menurut agama (boleh dilakukan, tetapi boleh juga tidak); mubah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jaiz"

📝 Contoh Penggunaan kata "jaiz" dalam Kalimat

1.Perbuatan tersebut tidak ada larangan untuk dilakukan menurut agama Islam.
2.Pembelian tiket dalam transportasi umum tidaklah wajib, tetapi lebih baik untuk menghindari keributan.
3.Pada hari libur sekolah, siswa bisa bermain atau melakukan kegiatan yang boleh menurut agama.
4.Menyanyikan lagu di tengah pagi di ruang kantor adalah kegiatan yang boleh dilakukan menurut seseorang.
5.Dalam beberapa agama, melakukan puasa pada bulan Ramadhan boleh dilakukan setiap tahun.

📚 Artikel terkait kata "jaiz"

Mengenal Kata 'jaiz' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jaiz" - Boleh atau Tidak?

Kata "jaiz" dalam Konteks Sejarah

Kata "jaiz" berasal dari bahasa Arab yang berarti "boleh dilakukan" atau "boleh tidak". Dalam Islam, kata ini digunakan untuk menggambarkan tindakan atau aktivitas yang diizinkan menurut agama, namun tidak wajib dilakukan. Dalam konteks sejarah, kata "jaiz" digunakan dalam hukum Islam untuk menjelaskan hal-hal yang diizinkan, tetapi tidak dianjurkan.

Penggunaan Kata "jaiz" dalam Kalimat

Penggunaan kata "jaiz" dalam kalimat dapat berupa: "Makanan halal adalah yang diizinkan menurut agama, tetapi tidak semua makanan halal juga jaiz untuk dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan." Dalam kalimat ini, kata "jaiz" digunakan untuk menjelaskan bahwa makanan halal dapat dikonsumsi dalam jumlah yang moderat. Contoh lain adalah: "Pengumpulan zakat adalah wajib, tetapi pengumpulan zakat yang jaiz adalah yang dilakukan dengan niat yang tulus." Dalam kalimat ini, kata "jaiz" digunakan untuk menjelaskan bahwa pengumpulan zakat yang dilakukan dengan niat yang tulus adalah yang diizinkan.

Budaya Indonesia dan Penggunaan Kata "jaiz"

Dalam budaya Indonesia, kata "jaiz" sering digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, ketika seseorang bertanya kepada temannya, "Apakah boleh saya meminum kopi di sini?", jawaban yang tepat adalah "Boleh saja, jaiz saja." Dalam kalimat ini, kata "jaiz" digunakan untuk menjelaskan bahwa tindakan tersebut diizinkan, tetapi tidak dianjurkan. Dalam konteks lain, kata "jaiz" juga digunakan dalam peribahasa, seperti "Jaiz saja, tapi tidak wajib." Peribahasa ini digunakan untuk menjelaskan bahwa tindakan tersebut diizinkan, tetapi tidak dianjurkan.