Arti Kata "invertebrata" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "invertebrata" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

invertebrata

in·ver·teb·ra·ta /invértébrata/ n Zool binatang yg tidak ber-tulang punggung, termasuk ameba, cacing, lalat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "invertebrata"

📝 Contoh Penggunaan kata "invertebrata" dalam Kalimat

1.Kita menemukan banyak invertebrata di dasar laut yang tidak dapat bergerak.
2.Di kebun binatang, terdapat berbagai jenis invertebrata yang dapat dilihat oleh pengunjung.
3.Apa itu invertebrata? invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang punggung.
4.Kebanyakan invertebrata seperti laba-laba dan lebah hidup di lingkungan yang berbeda.
5.Dalam biologi, invertebrata dibagi menjadi beberapa kelas berdasarkan ciri-cirinya.

📚 Artikel terkait kata "invertebrata"

Mengenal Kata 'invertebrata' - Inspirasi dan Motivasi

Menjelajahi Dunia Invertebrata

Kata invertebrata sering kali kita dengar dalam konteks biologi dan zoologi, tetapi apa sebenarnya makna umum dan konteks historis/sosial dari kata ini? Secara sederhana, invertebrata merupakan kelompok binatang yang tidak memiliki tulang punggung, termasuk ameba, cacing, lalat, dan banyak lainnya. Dalam sejarah, istilah ini diperkenalkan oleh ilmuwan Inggris, Thomas Henry Huxley, pada abad ke-19 untuk menggambarkan perbedaan antara hewan dengan dan tanpa tulang punggung. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menghadapi invertebrata dalam berbagai bentuk. Contohnya, ketika kita melihat lalat yang terbang di sekitar kita, kita bisa mengatakan bahwa itu adalah hewan invertebrata karena tidak memiliki tulang punggung. Demikian juga dengan cacing tanah yang hidup di tanah dan ameba yang hidup di air, semuanya adalah contoh dari invertebrata yang unik dan penting dalam ekosistem. Dalam kalimat lain, kita bisa mengatakan bahwa "hewan invertebrata seperti lalat dan cacing adalah penting dalam proses dekomposisi dan siklus nutrisi". Dalam kehidupan sehari-hari, invertebrata juga memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Misalnya, dalam festival budaya di daerah tertentu, lalat digunakan sebagai simbol kehidupan dan kematian, sementara cacing tanah digunakan dalam ritual keagamaan tertentu. Dalam hal ini, invertebrata tidak hanya sebagai hewan biasa, tetapi juga memiliki makna yang lebih dalam dalam budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.