Arti Kata "ingkir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ingkir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ingkir

ing·kir n hewan kecil nokturnal pemakan serangga, termasuk suku kera tanggung, bermata besar dan bulat, hidup di pohon, di ujung jari kaki ada pengisap sehingga mudah melekat di dahan-dahan, terdapat di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Filipina; Tarsius

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ingkir"

📝 Contoh Penggunaan kata "ingkir" dalam Kalimat

1.Saya menemukan seekor ingkir di hutan belantara Sumatra dengan mata yang besar dan bulat.
2.Suku kera tanggung ini hidup di pohon dan memiliki pengisap di ujung kaki.
3.Dalam beberapa tahun terakhir, populasi ingkir telah menurun akibat pengrusakan hutan.
4.Saya menempatkan ingkir di dalam kandang dengan harapan dapat melihat perilakunya lebih dekat.
5.Penelitian tentang ingkir dapat memberikan informasi penting tentang ekologi hutan di Asia Tenggara.

📚 Artikel terkait kata "ingkir"

Mengenal Kata 'ingkir' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "ingkir" - Hewan Kecil yang Menarik

Kata "ingkir" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini digunakan untuk menggambarkan hewan kecil nokturnal yang pemakan serangga, termasuk suku kera tanggung. Hewan ini memiliki mata besar dan bulat, serta hidup di pohon. Salah satu ciri khas dari hewan ini adalah adanya pengisap di ujung jari kaki, sehingga mudah melekat di dahan-dahan pohon. Penggunaan Kata "ingkir" dalam Kalimat Kata "ingkir" sering digunakan dalam konteks ilmiah atau biologis. Misalnya, "Hewan ini sangat populer di kalangan ilmuwan karena memiliki sifat nokturnal yang unik, sehingga mudah ditemukan di malam hari." Dalam contoh kalimat lain, "Hewan ini termasuk suku kera tanggung dan hidup di pohon-pohon di hutan Sumatra." Dengan demikian, kata "ingkir" memiliki penggunaan yang luas dalam berbagai konteks. Relevansi Kata "ingkir" dalam Kehidupan Sehari-Hari Kata "ingkir" memiliki relevansi yang cukup dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang tertarik dengan hewan ini karena memiliki sifat yang unik dan menarik. Dalam budaya Indonesia modern, kata "ingkir" sering digunakan dalam konteks ekowisata atau wisata alam. Banyak destinasi wisata yang menawarkan pengalaman melihat hewan ini di alam liar. Dengan demikian, kata "ingkir" memiliki peran yang penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam dan hewan-hewan yang unik ini.